Beranda / Fokus / Mengenal Aliran Syiah Rafidhoh dan Propagandanya di Indonesia

Mengenal Aliran Syiah Rafidhoh dan Propagandanya di Indonesia

Jendelainfo.com – Aliran Syiah Rafidhoh , Syi’ah atau Syiah, ada sejak zaman para Sahabat. Dalam perjalanannya telah mengalami banyak pergeseran.

Saat ini kelompok Syiah terpecah menjadi lima sekte yaitu Kaisaniyyah, Imamiyyah (Rafidhah), Zaidiyyah, Ghulat, dan Isma’iliyyah. Dari kelimanya, lahir sekian banyak cabang-cabangnya. (al-Milal wan Nihal).

Di antara berbagai aliran Syiah tersebut, Aliran Syiah Rafidhah yang mendominasi dan ini yang akan diulas dalam tulisan kali ini.

Rafidhah رَافِضَة, diambil dari رَفَضَ – يَرْفُضُ yang menurut etimologi bahasa Arab bermakna تَرَكَ – يَتْرُكُ, meninggalkan (al-Qamus al-Muhith).

Sedangkan dalam terminologi syariat Rafidhah bermakna: Mereka yang menolak imamah (kepemimpinan) Abu Bakr dan Umar, berlepas diri dari keduanya dan mencela sekaligus menghina para sahabat Nabi shalallahu alaihi wasallam. (Badzlul Majhud fi Itsbati Musyabahatir Rafidhati lil Yahud)

Pencetus pemikiran aliran Syi’ah Rafidhah adalah seorang Yahudi dari negeri Yaman (Shan’a) bernama Abdullah bin Saba’ al-Himyari. Abdullah bin Saba’ menampakkan keislaman di masa kekhalifahan ‘Utsman bin Affan. (Majmu’ Fatawa)

Contoh Kesesatan Aliran Syiah menurut Tokoh Syiah

Kesesatan pertama:

Di dalam kitab al-Kafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih al-Bukhari di sisi kaum muslimin), karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub al-Kulaini (2/634), dari Abu Abdullah (Ja’far ash-Shadiq), ia berkata, “Sesungguhnya Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad (ada) 17.000 ayat.”

Kesesatan kedua:

Diriwayatkan oleh “imam al-jarh wat ta’dil” mereka (al-Kisysyi) di dalam kitabnya Rijalul Kisysyi (hlm. 12—13) dari Abu Ja’far (Muhammad al-Baqir) bahwa ia berkata, “Manusia (para sahabat) sepeninggal Nabi, dalam keadaan murtad kecuali tiga orang,” maka aku (rawi) berkata, “Siapakah tiga orang itu?” Ia (Abu Ja’far) berkata, “Al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifari, dan Salman al-Farisi…” kemudian menyebutkan surat Ali Imran ayat ke-144.

Kesesatan ketiga:

Taqiyyah adalah berkata atau berbuat sesuatu yang berbeda dengan keyakinan, dalam rangka nifaq (kemunafikan), dusta, dan menipu umat manusia. (Lihat Firaq Mu’ashirah, 1/195 dan asy-Syi’ah al-Itsna ‘Asyariyyah, hlm. 80)

Aliran Syiah berkeyakinan bahwa taqiyyah ini bagian dari agama. Bahkan sembilan per sepuluh agama.

Al-Kulaini meriwayatkan dalam al-Kafi (2/175) dari Abu Abdillah, ia berkata kepada Abu Umar al-A’jami, “Wahai Abu ‘Umar, sesungguhnya 9/10 dari agama ini adalah taqiyyah. Tidak ada agama bagi siapa saja yang tidak ber-taqiyyah.” (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/196)

Baca Juga : (Lagi! Syiah Menyingkap Wajah Dirinya)

Demikianlah sekilas tentang aliran Syiah. Sekarang bagaimana kondisi mereka di Indonesia dan kaitannya dengan Islam?

Kesesatan Syiah Rafidhah menjadikan mereka dianggap sudah keluar dari Islam. Terlalu banyak perbedaan bentuk dan tata cara ibadah versi Syiah dibandingkan dengan Islam.

Di Indonesia mereka selalu berusaha mencitrakan dirinya sebagai bagian dari Islam. Sebagai salah satu aliran Islam.

Syiah Indonesia bergerak melalui berbagai saluran propaganda. Mereka mendirikan Ormas (organisasi kemasyarakatan). Mereka mendirikan sekolah. Mereka mendirikan unit usaha. Website Syiah juga tidak kalah marak.

Tidak lain tujuan Aliran Syiah ini adalah masuk ke dalam struktur masyarakat dan merusak sendi-sendi Islam dari dalam.

Bangsa Indonesia perlu waspada dari berbagai bentuk makar aliran Syiah ini.
Ibnu al ‘Alqomiy si pengkhianat Syiah dulu adalah menteri dari Khalifah al Musta’shim.

Baca Juga

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG TAQIYYAH

Pada artikel berikut ini kita akan membahas aqidah rafidhah tentang taqiyyah. Yang sebelumnya telah diawali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *