Beranda / Internasional / Arab Saudi dan Malaysia Kecam Sikap-Sikap Iran

Arab Saudi dan Malaysia Kecam Sikap-Sikap Iran

Jendelainfo.com – Pembahasan terkait negara-negara Islam sedunia menjadi salah satu agenda pembicaraan utama selama kunjungan Raja Arab Saudi, Raja Salman Abdulaziz Aalu Suud, yang mengakhiri kunjungan empat hari ke Malaysia pada Rabu 01/3.

Dalam pernyataan bersama Arab Saudi-Malaysia Rabu 01/3, kedua pihak sependapat mengenai pentingnya meningkatkan dan memobilisasi kerjasama negara Islam untuk melawan terorisme serta menolak praktek sektarian.

Sebaliknya, usaha keras harus digerakkan untuk mencapai perdamaian serta keamanan global sesuai visi dan misi Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Kedua pihak juga sepakat bahwa radikalisme tidaklah terkait dengan ras, warna kulit atau agama. Yang lebih penting adalah meningkatkan kerja sama untuk menentang terorisme dalam bentuk dan penampilan apapun, tanpa melihat pada asalnya.

Sehubungan itu, dicapai kesepakatan untuk mendirikan Pusat Perdamaian Dunia “Raja Salman” (King Salman Center for Global Peace) yang berbasis di Malaysia, dengan kerjasama Pusat Peperangan Intelektual, Departemen Pertahanan Arab Saudi; Pusat Pertahanan, Kementerian Pertahanan Malaysia; Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) dan Liga Muslim Sedunia.

Semua lembaga bersangkutan diberi waktu 90 hari mengungkapkan manajemennya untuk pembentukan lembaga tersebut, terhitung mulai dari tanggal pengumumannya yaitu ketika perjumpaan bilateral antara Raja Salman dan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak, di kantor  Perdana Menteri, selasa (28/02).

Kedua pihak juga membicarakan isu politik di Asia Barat terutama pergolakan di Palestina, dengan penekanan khusus terhadap pentingnya mencapai perdamaian menyeluruh, berkelanjutan, dan adil sebagai rumusan menyelesaikan masalah seperti terkandung dalam Piagam Perdamaian Arab serta resolusi terkait.

Arab Saudi dan Malaysia menekankan pentingnya menyelesaikan krisis di Suriah berdasarkan pernyataan Jenewa 1 dan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSC) no. 2254, terutama dalam hal bantuan kemanusiaan dan bantuan dana kepada pengungsi Suriah, baik di dalam atau luar negara itu.

Ditekankan pula pentingnya menjaga kesepakatan, kemerdekaan dan kedaulatan Yaman selain mencari rumusan politik untuk mengakhiri krisis di negara itu berdasarkan Piagam Perdamain Teluk, hasil dialog nasional, dan Resolusi DK-PBB no. 2216. Kedua negara juga menegaskan dukungan kepada pemerintahan yang sah di Yaman.

Arab Saudi dan Malaysia juga menyatakan kekhawatiran serius sehubungan campur tangan Iran dalam persoalan-persoalan dalam negeri negara lain di wilayah itu dan mendesak Iran agar berkomitmen terhadap kesepakatan agar menjadi negara tetangga yang baik dan harus menghormati kedaulatan negara lain. Arab Saudi dan Malaysia kecam sikap-sikap Iran yang selama ini dinilai sering merugikan dan membahayakan umat Islam.

Raja Salman yang juga Penjaga Dua Masjid Suci, turut berterima kasih kepada Yang di-Pertuan Agong, Sultan Muhammad V dan Perdana Menteri serta semangat persaudaraan rakyat Malaysia atas sambutan hangat yang diberikan.

Baca Juga :

  1. Tentang Nilai Investasi Saudi, Presiden Jokowi: Kita Perlu Instrospeksi Diri

  2. Arab Saudi Kembali Berikan Amnesti ke WNI Terkait Kedaluwarsa Ijin Tinggal

Baca Juga

Kerajaan Arab Saudi

Kebaikan Pemerintah Arab Saudi Terhadap Syiah dan Iran Meskipun Dimusuhi

Jendelainfo.com – Ulama Syiah terkemuka asal Irak, Moqtada al-Sadr, melakukan kunjungan ke Arab Saudi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *