Beranda / Bimbingan Islam / Aqidah / ASAL USUL ADANYA SESUATU

ASAL USUL ADANYA SESUATU

Para Atheis dan komunis sangat membenci agama bahkan tidak mempercayai adanya Sang Pencipta, Allah Ta’ala. Mereka menganut sebuat “TEORI” (sampai saat ini masih saja sebuah teori) bahwa segala sesuatu terjadi dengan tiba-tiba atau kebetulan.

Berikut nukilan dari pernyataan mereka tentang asal usul adanya sesuatu:

————————–

Lahirnya Alam Semesta

“Sekitar 14 milyar tahun lalu, terjadi sebuah ledakan luar biasa besar di sebuah titik di alam semesta yang masih kosong, sesuatu yang kita kenal sebagai Big Bang. Ledakan ini melahirkan partikel – partikel pertama di alam semesta dimana sebagian besar adalah atom Hidrogen. Partikel produk Big Bang ini, dengan segala implikasi dari ledakan yang maha dahsyat tersebut tersebar dengan kecepatan luar biasa, lebih cepat dari cahaya dan melebar ke seluruh penjuru alam semesta.”

—Selesai nukilan—

Sumber : Situs Atheis

Sungguh teori mereka telah menjatuhkan mereka sendiri, dan menampakkan kedustaan mereka. Kita lihat bahwa mereka berkeyakinan sebelum sesuatu itu terjadi, alam masih kosong atau tidak ada sesuatu. Kemudian terjadi secara tiba-tiba. Yaitu Ledakan “big bang” yang mereka katakan sebagai asal muasal makhluk.

Jika mereka meyakini bahwa partikel partikel pertama di alam semesta adalah dari hasil ledakan,  Apakah mungkin terjadi ledakan secara kebetulan tanpa ada sesuatu yang menyebabkannya ? Apalagi sebelumnya tidak ada sesuatupun, yang mereka sebut masih kosong. Kosong dari sesuatu apapun.

Bagaimana mungkin sesuatu yang kosong, yang sebelumnya tidak ada sesuatu namun bisa mengadakan sesuatu secara tiba-tiba ? Sungguh mereka tidak bisa menjelaskan bagaimana asal muasal sesuatu itu terbentuk.

Sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba pada asalnya tidak dalam keadaan teratur sama sekali. Lalu bagaimana mungkin menjadi teratur dalam perkembangan dan pertumbuhannya ?

Kita ulangi, sesuatu yang tidak ada (kosong) bukanlah sesuatu, dan yang bukan sesuatu tidak mungkin bisa mengadakan sesuatu. Bagaimana bisa dikatakan sesuatu yang tidak ada telah mengadakan sesuatu secara tiba-tiba tanpa ada yang mengadakanya (menciptakannya, red) ?

Lalu bagaimana asal usul adanya sesuatu pertama kali?

Setiap sesuatu pasti ada yang mengadakannya . Mustahil terjadi secara tiba-tiba kemudian berjalan dengan teratur dan serasi serta berpasangan tanpa ada yang menciptakannya.  Allah lah yang menciptakan sesuatu dari sebelumnya tidak ada sesuatu.

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. (Az Zumar : 62)

Allah yang menciptakan langit dan bumi, siang dan malam, matahari dan bulan serta bintang-bintang.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Al-A’raf : 54)

Allah juga yang menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada.

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ۖ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (Al An’am : 2)

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (Al A’raf : 11)

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Al Hijr : 26)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (Ar Rum : 20)

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, (AR Rahman : 14)

Begitulah kejadian yang pasti dari penciptaan alam ini. Ketahuilah Allah tidak menciptakan semua ini tanpa tujuan. Allah tidak menciptakan manusia sia-sia belaka. Sebagaimana yang Allah Firmankan dalam Kitab-Nya :

مَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz Dzariyat: 56)

Oleh karena itu hendaknya kita hilangkan rasa sombong pada diri kita. Kemudian tunduk pada Yang Menciptakan diri kita. Berserah diri kepada-Nya, memurnikan ibadah hanya kepada-Nya dengan syariat  yang telah diturunkan-Nya.

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (An Nisa : 13)

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (An Nisa : 14)

Semoga dengan penjelasan ini menjadi terbukalah pikiran para anti tuhan dan diharapkan mereka kembali kepada fitrah mereka dengan meyakini adanya Pencipta yang Mengatur Alam semesta. Kemudian dengan itu mereka menyembah Allah dengan cara yang benar. Amiin.

Baca Juga

akidah bada'

KESESATAN AKIDAH BADA’ YANG DIYAKINI RAFIDHAH

Akidah Bada’ – Al-Bada’ artinya tampak, yang sebelumnya masih tersembunyi atau berarti pula munculnya pendapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *