Beranda / Ilmu / Bukan Zamannya Lagi Membenci Wahabi

Bukan Zamannya Lagi Membenci Wahabi

Jendelainfo.com – Raja Salman beserta rombongan telah mengakhiri lawatan panjang di Indonesia. Raja dan rombongan berada di Indonesia sejak 1 – 12 Maret 2017. Tepat pukul 11.13 WITA pesawat Saudi Airlines khusus milik kerajaan tipe B747-400 dengan nomor penerbangan SVA1 tinggal landas meninggalkan bandara internasional Ngurah Rai.

Lawatan beliau selama di Indonesia telah meninggalkan sekian banyak cerita, berkumpul padanya kekaguman, harapan, dan kenangan yang mengikat hubungan mesra Negara Republik Indonesia dengan saudara tua pendukung kemerdekaan di awal berdirinya negara ini, Kerajaan Saudi Arabia.

Sedikit mundur ke belakang, melihat kembali tanggapan masyarakat menjelang kedatangan Raja Arab Saudi kali ini. Ketika telah dipastikan kabar kunjungan Raja Salman ke Indonesia, segelintir pihak mencoba menggulirkan opini kekhawatiran atas datangnya Raja wahabi tersebut. Mereka membenci wahabi dan menyebut bahwa kunjungan ini bermisi ekspansi wahabisme. Ada yang mengingatkan bahwa berhubungan dengan Arab Saudi akan berbahaya karena rapot merah Saudi di Yaman dan Suriah. Ada pula yang pesimis mengingat perekonomian negara wahabi itu sendiri sekarang sedang goncang. Dan masih banyak lagi.

(Baca: Selamat Datang Raja Salman di Bumi Pertiwi)

(Baca: Benarkah Kondisi Ekonomi Saudi Pemicu Kunjungan Raja Salman)

Begitu Raja Salman, pimpinan tertinggi negara Islam Arab Saudi, hadir di Indonesia ternyata kondisi sangat jauh dari berbeda dari opini yang digulirkan saat itu. Satu demi satu opini negatif terbantahkan. Ketakutan berubah jadi harapan. Kekhawatiran berubah jadi kebanggaan. Dan selepas keberangkatan beliau meninggalkan bumi nyiur melambai, tumbuh do’a akankah ada kunjungan beliau kembali.

(Baca: Indonesia Menaruh arapan Besar Atas Kunjungan Raja Salman)

Tetapi, bukanlah seorang pembenci kalau tidak berusaha menebarkan kebenciannya. Maka diubahlah arah opini. Dengan diungkapnya fakta-fakta bahwa ternyata Raja Salman bersikap toleran, mau menghargai kebhinekaan di Indonesia. Juga mau berjabat tangan dengan wanita, pakaiannya pun isbal (terlalu panjang hingga melebihi mata kaki), jidatnya tidak hitam, serta masih banyak lagi. Diarahkan pada opini bahwa Raja Salman moderat, sejalan dengan para tokoh Islam Nusantara di Indonesia dan tidak sama dengan Wahabi ekstrim di negeri ini.
Hendaknya kita berpikir secara cerdas menyikapi berbagai kejadian yang ada selama kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Meletakkan emosi dan memakai hani nurani dilingkup akal yang sehat. Mari kita perhatikan hal-hal berikut :

  • Menyikapi hukum-hukum agama seperti masalah berjabat tangan dengan perempuan, isbal, dan lain-lain, mari kita kembalikan kepada Al-Quran dan al-Hadits. Bukan pada perbuatan tokoh atau pimpinan tertentu.
  • Raja menghargai kebhinekaan di Indonesia dan pentingnya dialog antar agama demi mencegah konflik dan memerangi kekerasan. Bukan menyatukan agama-agama yang ada, atau menganggap semua agama benar, seperti yang dilakukan oleh pihak yang mengaku Islam moderat (liberal) di negeri ini.
  • Raja menampilkan sikap toleran di negeri ini, namun tetap mempertahankan prinsip-prinsip aqidah Islam. Sementara banyak Islam moderat (liberal) di negeri ini dengan alasan toleransi mengorbankan prinsip-prinsip aqidah Islam dengan meyakini kebenaran semua agama.
  • Raja Arab ini sangat anti terhadap kejahatan Syiah Houthi di Yaman maupun Syiah Iran Beliau menegaskan bahwa Iran mendalangi terorisme international. Sementara Islam Nusantara menyatakan tidak memusuhi Syiah dan membendung wahabi.

Kita semua, sebagai rakyat Indonesia dan sebagai kaum muslimin tentunya sangat berharap hubungan baik Indonesia dan Arab Saudi benar-benar terjalin erat dan harmonis.

Sungguh, kita menyayangkan keberadaan pihak-pihak yang mencoba mengungkit-ungkit konflik lama di tengah-tengah suasana keharmonisan dua negara. Sungguh itu merupakan cara-cara yang tidak bermartabat, tidak pantas, dan justru dapat sebagai penyebab jatuhnya harga diri bangsa ini.

Baca Juga

masjid perahu syiah

Awas Bahaya! Ternyata Masjid Perahu Di Semarang, Masjidnya Syiah!

  Jendelainfo.com – Pergerakan syiah semakin hari semakin berani dan terus melebarkan sayapnya. Termasuk keberadaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *