Beranda / Ilmu / CURHATNYA ORANG SABAR

CURHATNYA ORANG SABAR

Sering kita mendengar dari orang-orang yang mengaku bersabar namun ternyata dia tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bersabar. Hal ini karena dia melakukan sesuatu yang merusak bahkan membatalkan kesabarannya.

Beberapa perbuatan yang dapat meniadakan (menafikan) kesabaran? Dan orang yang sabar tidak akan melakukan ini. 

Menurut al-Imam Ibnul Qayyim rahimahumallah dalam Uddatush Shabirin (hlm. 228), hal-hal yang menafikan kesabaran adalah :

  1. Rasa kesal dalam kalbu,
  2. Berkeluh kesah dengan lisan kepada selain Allah Subhanahu wata’ala, dan
  3. Melakukan perbuatan maksiat, seperti menampar-nampar pipi, merobek-robek baju, mencabut-cabut rambut, dan yang semisalnya.

Baca Juga : AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG HARI ASYURA DAN KEUTAMAANNYA

Disebutkan bahwa berkeluh kesah kepada makhluk adalah bentuk ketidaksabaran. Lalu bagaimana halnya dengan berkeluh kesah kepada Allah Subhanahu wata’ala, apakah menafikan kesabaran?

Berkeluh kesah kepada Allah Subhanahu wata’ala, tidak menafikan kesabaran. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada diri Nabi Ya’qub yang berkeluh kesah kepada Allah Subhanahu wata’ala,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ya’qub menjawab, ‘Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya’.” (Yusuf: 86)

Meski demikian, Allah Subhanahu wata’ala menyitir ucapan Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam yang lainnya,

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَن يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (Yusuf: 83)

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata:

“Kebaikan yang tiada kejelekan padanya adalah bersyukur ketika sehat wal afiat, serta bersabar ketika diuji dengan musibah. Betapa banyak manusia yang dianugerahi berbagai kenikmatan namun tiada mensyukurinya. Dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak bersabar atasnya.”  (Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 158)

Adapun menyampaikan kesulitan yang dihadapi (curhat) kepada makhluk, jika untuk meminta bimbingan dan bantuan untuk menghilangkan kesulitan tersebut, tidak menafikan kesabaran. Misalnya, keluhan pasien kepada dokter,  orang yang dizalimi kepada seseorang yang dapat membelanya, atau curhat seseorang yang sedang mengalami problem kepada orang lain yang diharapkan bisa memberikan solusinya.

Bagaimanakah dengan rintihan di kala sakit? Menurut al-Imam Ibnul Qayyim rahimahumallah dalam Uddatush Shabirin (hlm. 229) :

Rintihan di kala sakit ada dua macam; rintihan yang mengandung keluh kesah maka hukumnya makruh, sedangkan rintihan untuk melepas kegundahan dan menghibur diri maka tidak mengapa.


Baca Juga

Mencegah Upaya Provokasi dan Adu Domba di Antara Warga Negara

Jendelainfo.com – Sebagian orang beranggapan bahwa keberhasilan pemberantasan aksi terorisme adalah dengan cara menangkap para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *