Beranda / Ilmu / HASAD PENYAKIT YANG MEMBINASAKAN

HASAD PENYAKIT YANG MEMBINASAKAN

Hasad atau iri dalam perkara dunia adalah penyakit yang membinasakan. Pelan tapi pasti, penyakit hasad dunia akan membuat pelakunya menjadi seorang pesakitan. Bagaimana tidak, seorang yang hasad dunia akan merasa jengkel, kesal dan marah tanpa alasan ketika mendapati saudaranya yang dihasadi mendapat kenikmatan, akan tetapi jika seorang yang dihasadi itu mendapat kesempitan dan musibah, maka dia akan merasa senang dan bahagia karenanya.

Tak heran jika angan orang yang sedang terkena hasad dunia adalah orang yang paling berharap hilangnya kenikmatan yang didapat oleh saudaranya. Padahal sikap yang seharusnya dia amalkan adalah sikap mengedepankan kebaikan pada saudaranya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

َ《لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه》

“Tidaklah beriman (dengan sempurna) salah seorang dari kalian, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”.
(HR. Bukhari dan Muslim).

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, cukuplah obat dari hasad adalah dengan memperhatikan firman Allah Ta’ala berikut ini,

《وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا》

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. An Nisa: 32)

Jadi, untuk apa hasad? Toh semua sudah ditentukan bagiannya oleh Allah Dzat yang Maha Hikmah.

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, perlu disinggung sedikit bahwa dalam islam ada hasad yang diperbolehkan, yakni sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

َ《لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَعَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا“》

“Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan di jalan kebaikan dan orang yang Allah beri al hikmah (ilmu Al Qur’an dan As Sunnah), dimana ia amalkan ilmu itu dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama menyatakan bahwa hasad pada hadits di atas sejatinya adalah al ghibthah, yakni sikap iri yang tidak diiringi dengan harapan hilangnya kenikmatan yang tengah di dapat oleh saudaranya sebelumnya.

Tentunya jenis hasad ini (al ghibthah) berbeda jauh dengan gambaran jenis hasad dunia yang telah dipaparkan sebelumnya. Hasad dunia tentu akan menimbulkan dampak negatif yang nyata, saling bermusuhan dan membenci adalah salah satunya, sedangkan al ghibthah justru akan membuahkan suatu daya tarik positif, tentunya seorang akan termotivasi untuk saling berlomba di dalam kebaikan, terlebih dalam masalah ibadah dan amalan-amalan shalih. Wallahu alam. Semoga bermanfaat. (ulungtoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *