Beranda / Fokus / HUKUM PENDEKATAN AHLUS SUNNAH DENGAN SYIAH

HUKUM PENDEKATAN AHLUS SUNNAH DENGAN SYIAH

Setelah kita melihat bebebapa bukti kesesatan Syiah, maka adalah hal yang aneh jika ada yang menyamakan Ahlus Sunnah dengan Syiah . Bagaimana mungkin bisa disamakan mereka yang mencela kitab Allah Ta’ala, Mereka menafsirkan dengan tafsiran yang tidak benar dan beranggapan bahwa Allah Ta’ala menurunkan kitab-kitabnya kepadan para imam mereka selain Al-Qur’anul Karim.

Selain itu mereka juga berpendapat derajat keimamam sama dengan deraat kenabian, dan para imam menurut mereka seperti para Nabi atau lebih utama.

Mereka juga menafsirkan ibadah tidak pada makna sebenarnya. Ibadah menurut mereka adalah taat kepada imam, dan menyekutukan Allah Ta’ala menurut mereka adalah menyertakan ketaatan kepada selain imam mereka besamaan dengan ketaatan kepada imam mereka.

Disamping itu mereka mengkafirkan para sahabat terbaik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali tiga atau empat atau tujuh, sesuai perbedaan riwayat mereka.

Mereka memiliki konsep keagamaan berbeda dengan mayoritas umat Islam, seperti masalah keimaman, kema’shuman, taqiyyah, munculnya kembali para imam, munculnya para imam untuk kembali lagi, serta mereka meyakini akidah bada’.

Maka adalah tidak mungkin untuk melakukan pendekatan antara Ahlus Sunnah yang mentauhidkan Allah Ta’ala dengan Syiah yang menyekutukan Allah Ta’ala.

Sebagaimana Allah Ta’ala telah berfirman :

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kamu tak akan mendapati suatu kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan itu adalah golongan yang beruntung.

Baca Juga

taqwa

Video: Taqwa Kunci Kejayaan Umat di Dunia dan Akhirat

Natal Menurut Islam

Perayaan Tahun Baru dan Natal Menurut Islam

Semestinya seorang muslim menimbang segala ucapan dan perbuatannya dengan timbangan syari’at Allah Ta’ala. Bagaimana Islam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *