Beranda / Internasional / Inilah Negara Orang Jujur dan Kehidupan Masyarakat Islam Didalamnya

Inilah Negara Orang Jujur dan Kehidupan Masyarakat Islam Didalamnya

Jendelainfo.com – Burkina Faso adalah nama sebuah negara di Afrika Barat. Wilayah negara ini terkurung daratan atau yang diistilahkan landlocked. Burkina Faso berbatasan dengan Mali di sebelah utara; Togo dan Ghana di selatan; Niger di timur, Benin di tenggara; dan Pantai Gading di barat daya.

Sebelumnya, negara ini Volta Hulu, Presiden Thomas Sankara mengganti nama negara ini menjadi ‘Burkina Faso’ (dalam bahasa Dioula dan More: “Negara Orang Jujur”) pada 4 Agustus 1984. Ibu kota Burkina Faso adalah Ouagadougou (lafaz: Wagadugu), disebut “Waga” oleh penduduk setempat.

Islam masuk ke negara ini melalui perdagangan. Pada abad ke-15, wilayah ini menarik perhatian pedagang Muslim karena hasil perdagangannya. Mereka menjual emas, kacang kola, dan garam.

Beberapa pedagang ini berbahasa Soninke orang dari Timbuktu dan Djenné, yang kemudian mengadopsi dialek Malinke dan dikenal sebagai Dyula. Mereka menetap di kota-kota  Bobo-Dyulasso, Kong, Bunduku, dan tempat-tempat lain yang mengarah ke ladang emas.

Selain melalui perdagangan, penyebaran Islam di negara ini juga melalui perkawinan. Muslim menikah dengan perempuan setempat. Akibatnya, terjadi konversi masyarakat lokal ke agama Islam.

Pada akhir abad ke-19, hanya ada sekitar 30 ribu Muslim, tetapi pada 1959 terdapat  800 ribu atau sekitar 20 persen dari populasi. Saat ini, jumlah pemeluk Islam di negara itu diperkirakan mencapai 9,29 juta jiwa.

Kehidupan Keluarga Muslim

Telah diketahui bahwa diantara penyebar agama Islam di Burkina Faso adalah kelompok pedagang. Di antara kelompok pedagang besar itu dikenal dengan nama Dyula. Dyula adalah salah satu etnis di antara etnis-etnis berbahasa Mande ysng tersebar dan mendiami beberapa wilayah di Afrika seperti Mali, Cote d’Ivoire, Ghana, Burkina Faso, dan Guinea-Bissau.

Komunitas Dyula memiliki reputasi sebagai kelompok yang menjaga tradisi standar tinggi dalam pendidikan Islam. Sebuah keluarga Dyula dikelola oleh dalam sistem yang mereka istilahkan lu, sistem ini terdiri dari seorang ayah, anak-anaknya, dan kerabat laki-laki lainnya. Lu dituntut untuk mampu memberikan beberapa orang yang lebih muda dalam pendidikan Muslim.

Dari lu ini nanti akan muncul kelas ulama yang dikenal sebagai karamokos, yang mereka dididik dalam bidang Al-Qur’an, hadits, tafsir, dan kehidupan Muhammad. Seorang siswa membaca karya-karya ini dengan seorang guru tunggal selama periode bervariasi 5-30 tahun, dan memperoleh penghidupan sebagai seorang petani paruh waktu bekerja pada tanah dari gurunya. Setelah menyelesaikan studinya, karamokos memperoleh sebuah sorban dan suatu ijazah, lisensi untuk mengajar, dan dibekali dengan arahan lebih lanjut untuk mulai mengamalkan apa yang telah dipelajari serta memulai sistem pendidikannya sendiri di sebuah desa terpencil. Keluarga tertentu tercatat menghasilkan ulama dari generasi ke generasi.

Baca Juga

KTT Arab Islam Amerika: Iran Pelopor Terorisme

Jendelainfo.com – KTT Arab Islam Amerika membuka tabir pelopor terorisme yang mengatasnamakan Islam. Raja Salman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *