Beranda / Fokus / KESESATAN AKIDAH RAFIDHAH TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

KESESATAN AKIDAH RAFIDHAH TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

sudah pernah diemail yang itu pak jawaban mereka : standar transpos adalah 2 pengguna (komputer) lebih dari itu mereka tidak merekomendasikan..

Sebelumnya kita telah membahas KESESATAN AKIDAH BADA’ YANG DIYAKINI RAFIDHAH Kali ini kita akan mengetahui bagaimana kesesatan Rafidhah dalam hal akidah tentang sifat-sifat Allah.

Ketahuilah bahwa Rafidhah adalah sekte yang pertama kali mengatakan bahwa Allah Ta’ala ber-jisim (bertubuh seperti tubuh makhluk).

Hal ini dapat kita lihat dari perkataan tokoh-tokoh dan buku rujukan mereka sendiri.

Yang mempelopori kebohongan ini adalah dari sekte Rafidhah yaitu Hisyam bin al-Hakam, Hisyam bin Salim al-Jawaliqi, Yunus bin Abdurrahman al-Qummi dan Abu Ja’far al-Ahwal.

Mereka ini adalah para tokoh Syiah Itsna ‘Asyariyyah yang pada akhirnya mereka mejadi sekte Jahmiyyah yang mengingkari sifat Allah Ta’ala.

Sebagaimana riwayat-riwayat mereka yang mensifati Allah dengan sifat-sifat negatif kemudian mereka kukuhkan sebagai sifat-sifat yang kekal bagi Allah Ta’ala.

Adapun Ibnu Babawaih (salah seorang ahli hadits Syiah) telah meriwayatkan lebih dari tujuh puluh riwayat yang menyatakan bahwa Allah Ta’ala tidak disifati dengan waktu, tidak dengan tempat, tidak dengan seperti apa, tidak dengan bergerak, tidak dengan berpindah, tidak disifati dengan sifat-sifat yang ada pada jisim (tubuh) tidak berupa materi, jisim dan bentuk.[1]

Sehingga tokoh-tokoh mereka kemudian berpijak di atas konsep akidah yang sesat ini, dengan meniadakan sifat-sifat Allah Ta’ala yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Sebagaimana mereka juga mengingkari turunnya Allah Ta’ala ke langit dunia ditambah lagi perkataan mereka bahwa Al-Qur’an adalah makhluk dan mereka juga mengingkari bahwa Allah Ta’ala bisa dilihat di akhirat nanti.
Disebutkan oleh tokoh Syiah dalam buku Biharul Anwar bahwa Abu Abdullah Ja’far ash-Shadiq pernah ditanya dengan suatu pertanyaan, apakah Allah Ta’ala bisa dilihat pada hari kiamat? Maka ia menjawab : “Maha Suci Allah, dan Maha Tinggi setingi-tingginya, sesungguhnya mata tidak bisa melihat kecuali kepada benda yang memiliki warna dan kondisi tertentu, sedangkan Allah Ta’ala adalah Dzat yang menentukan warna dan yang menentukan kondisi” [2]

 

Bahkan orang-orang Syiah mengatakan bahwa “Jika ada seseorang menisbatkan kepada Allah bahwa Allah dapat dilihat maka orang itu dihukumi murtad (keluar dari agama), sebagaimana disinyalir oleh tokoh mereka Ja’far an-Najafi.” [3]

Ketahuilah Ahlus Sunnah meyakini bahwa sesungguhnya melihat Allah Ta’ala adalah Haq, benar adanya. Hal ini telah ditetapkan di dalam Al-Qur’an dan dalam Al-Hadits yaitu melihat Allah Ta’ala tidak bisa dibayangkan dengan detail dan tidak bisa diperagakan sebagaimana firman-Nya:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ. إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabb-nya lah mereka melihat. (Al-Qiyamah: 22:23)

Dalil dari As-Sunnah bahwa Allah Ta’ala bisa dilihat di hari kiamat yaitu hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah al-Bajali Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ نَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ قَالَ إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لَا تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ

Kami pernah duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian beliau melihat bulan purnama (pada malam empat belas), maka beliau bersabda :”Kalian akan melihat Rabb kalian dengan mata kepala sebagaimana kalian melihat bulan ini dan tidak bersusah payah dalam melihatnya.”

Para ulama rahimahumullah menyatakan hadits tentang ru’yatullah mencapai derajat mutawatir. Tidak ada satu pun riwayat dari seorang sahabat yang menafikannya. Andai mereka berbeda pendapat dalam masalah ini, pasti perbedaan itu akan dinukilkan kepada kita sebagaimana telah dinukilkan kepada kita dari mereka perbedaan pendapat tentang halal, haram, syariat, dan hukum-hukum.

Dan masih banyak lagi penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur’an dan  Al-Hadits yang membicarakan tentang kebenaran melihat Allah Ta’ala. Namun cukup dalil di atas sebagai salah satu bukti kebenaran akidah Ahlus Sunnah bahwa kita bisa melihat Allah Ta’ala di akhirat.

[1] Ibnu Babawaih, At Tauhid, 57
[2] Al Majlisi,  Biharul Anwar, hal. 4/31
[3] Ja'far an-Najafi, Kasyful Ghitha', 417

 

 

Baca Juga

tentang At-thinah

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG ATH-THINAH

Apa itu At-Thinah, dan bagaimana pandangan tentang At-thinah dalam agama Syiah Rafidhah ? Insya Allah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *