Beranda / Fokus / Krisis Qatar, benarkah ulah Arab Saudi?

Krisis Qatar, benarkah ulah Arab Saudi?

Jendelainfo.com – Bermula dari kesepatakatan strategis antara pimpinan Qatar waktu itu, Hamd bin Khalifah, dengan kelompok Ikhwanul Muslimin pada 20 tahun yang lalu. Maka, sejak itu pemerintah Qatar telah menerapkan politik tipu daya terhadap pemerintah Arab Saudi.

Langkah politik pemerintah Qatar saat itu secara nyata memadukan dua hal yang berlawanan, yaitu di satu sisi Qatar menampakkan diri sebagai saudara muda yang mencintai Arab Saudi. Namun di sisi lain Qatar melakukan tipu daya terhadap Arab Saudi. Suatu hal ini telah diketahui oleh Arab Saudi sejak lama.

Namun sebagai saudara tua yang sayang terhadap negara-negara saudaranya, Arab Saudi senantiasa berupaya membina hubungan baik dengan Qatar.

Dua pertanyaan yang terlontar dalam banyak diskusi dan perdebatan pada banyak kesempatan, termasuk di media elektronik. Pertanyaan yang wajar muncul dan memang publik perlu mengetahui jawabannya.

Pertanyaan pertama: Kenapa sikap tegas Arab Saudi, Emirat, dan Bahrain baru ditampakkan sekarang?

Pertanyaann kedua: Kenapa sikap terhadap Qatar dan mengungkap kesalahan-kesalahannya dalam bentuk sedemikian rupa dan dengan bahasa yang lugas?

Sebelum bersikap tegas seperti sekarang, politik Arab Saudi sebagaimana telah diketahui selama ini lebih cenderung menggunakan cara diplomatik damai dan menyelesaikan masalah dengan tidak gaduh, di samping selalu berusaha menutup dampak-dampak negatif terkait dengan hubungan dan dukungan politik dan perekonomian terhadap Qatar.

Seringkali Arab Saudi memaafkan berbagai perbuatan tidak baik dan menutup mata dari berbagai tindakan yang menyakitkan dari pihak Qatar.

Demikianlah Arab Saudi, setiap menyangkut kepentingan Teluk, maka Arab Saudi cenderung bersikap sebagai saudara tua. Saudara yang senantiasa mengalah atas berbagai kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya yang lain seberapapun besarnya kesalahan tersebut.

Sikap ini terus dilakukan oleh Arab Saudi terhadap Qatar selama 20 tahun lebih. Saudi dalam hal ini bukan tidak tahu atas berbagai perencanaan dan makar yang telah disiapkan secara diam-diam/tersembunyi.

Namun Saudi terus berupaya menempuh sikap-sikap yang bisa menjadikan putra Teluk yang satu itu mau menjadi baik dan tidak meneruskan kesalahan-kesalahannya. Kadang-kadang mengharuskan Arab Saudi mengeluarkan ancaman dan tekanan terhadap Qatar, walaupun itu sekedar ancaman saja, tidak akan ada tindak lanjutnya. Mengingatkan hubungan darah, sejarah, wilayah, dan hubungan bertentangga yang selama ini telah terjalin sangat baik dengan Qatar.

Akan tetapi, berbagai upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Ternyata kemurahan hati yang diberikan oleh Arab Saudi selama ini justru membuat Qatar semakin menjadi-jadi.

Permasalahannya, sikap Arab Saudi selama ini yang selalu diam dan tidak mengungkit-ungkit masalah, padahal berbagai data dan bukti telah ada, membuat banyak dari warga Saudi khususnya dan negara-negara teluk bahkan dunia pada umumnya tidak mengetahui adanya konspirasi jahat Qatar tersebut.

Kebanyakan menganggapnya hanya sebagai perselisihan politik biasa yang bisa diselesaikan dengan adanya mediasi kemudian perdamaian antara kedua belah pihak.

Inilah kemudian yang membuat sebagian pihak mengingkari peristiwa terkini yang terjadi. Yaitu ketika hubungan buruk benar-benar mencapai puncak dan Arab Saudi mengambil sikap tegas terhadap Qatar dan diumumkan secara resmi dan terbuka.

Beberapa pihak tak bertanggung jawab menilai sikap Arab Saudi ini sebagai sikap berlebihan dan membikin ulah.

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *