Beranda / Warta / Lagi! Syiah Menyingkap Wajah Dirinya

Lagi! Syiah Menyingkap Wajah Dirinya

Jendelainfo.com – Alhamdulillah semata nikmat dari Allah semata kita bisa menyaksikan satu demi satu agama Syiah menyingkap wajah dirinya yang sebenarnya. Karena serapi apapun dikemasnya suatu kejelekan, pasti akan terbongkar juga.

Masih terngiang di telinga dan belum luntur pula dari ingatan kita, gencarnya propaganda Syiah di tanah air. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Februari 2016, Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb datang ke Indonesia. Tak disangka-sangka, ternyata dia mengeluarkan fatwa bahwa “Sunni Syiah bersaudara”. Kunjungan tersebut di tengah upaya genosida terhadap saudara-saudara kita kaum Sunni di Suriah. Pembantaian oleh rezim Syiah Bashar Assad ini masih terus berlangsung hingga hari ini.

(Baca: Rezim Syiah Bashar Assad Kembali Melakukan Pembantaian Dengan Gas Beracun)

Dalam pertemuan antara ulama Mesir dengan Indonesia, Syekh al-Thayyib menuturkan bahwa Sunni dan Syiah adalah bersaudara. Keduanya harus saling merangkul sebagai dua sayap Islam. Demikian dilansir situs al-Arab al-Aan, Ahad (22/5/2016) seperti dikutip IRIB News Agency (Media Syiah)

Dalam Seminar Internasional bertema “Peran Ulama dalam Rekonsiliasi Krisis Politik dan Ideologi di Timur Tengah”, di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat (10/3/2016) Dr. Taufiq Ramadhan al-Bouthi, menjelaskan bahwa tidak ada konflik sektarian di Suriah seperti yang disebarkan selama ini terutama di media sosial. Benarkah demikian?

Bangkai yang dibungkus dengan kemasan indah persaudaraan ini mulai terbongkar satu-satu demi satu.

Rahbar Syiah Ali Khamenei dalam pertemuan dengan para komandan tinggi Angkatan Bersenjata Republik Iran pada Minggu, 9 April 2017 menyampaikan kecaman terhadap AS. Bahwa apa yang dilakukan AS terhadap Suriah adalah sebuah kesalahan strategis. Khamenei juga menegaskan, bahwa AS sedang mengulangi kesalahan para pendahulunya.

Presiden Syiah Iran Hassan Rouhani tak ketinggalan bereaksi. Dia menelepon Bashar Assad guna menegaskan kembali dukungannya kepada presiden Suriah itu setelah serangan rudal AS. Menurut situs kantor kepresidenan Iran, Minggu (9/4). “Bangsa Iran akan tetap bersama Suriah dalam memerangi terorisme dan menjaga integritas wilayah Suriah,” kata Rouhani dalam percakapan telepon pada Sabtu malam sebagaimana disiarkan di situs kantor kepresidenan.

Tentu saja, slogan memerangi teroris yang sering digelontorkan Suriah dan Iran hanyalah alibi. Untuk membenarkan tindakan pembantian terhadap kaum sunni yang lemah di Suriah.

Melihat reaksi dua pimpinan tertinggi agama Syiah di atas tentu sulit dipercaya jika disebut bahwa konflik yang terjadi di Suriah bukan konflik sektarian. Slogan ”Sunni dan Syiah adalah bersaudara dan harus saling merangkul sebagai dua sayap Islam” sejatinya hanya slogan tak bernilai. Demi menutupi aksi kejahatan yang mereka lakukan terhadap muslimin yang lemah di Suriah sampai hari ini.

Bukan berarti kita membenarkan gerakan kaum teroris seperti Jabha Nusro dan sejenisnya yang berperang di sana. Namun pembantaian tak pandang bulu terhadap muslim sipil lagi lemah mengatasnamakan perang melawan terorisme ISIS, tidak dibenarkan dengan alasan apapun. (Abdullah)

Baca Juga:

1. Mengerikan Ternyata berbohong (Taqiyyah) Merupakan Asas Ajaran Agama Ini

2. Iran Memerangi ISIS, Benarkah? Simak Faktanya!.

Baca Juga

bai'at

AQIDAH RAFIDHAH TENTANG BAI’AT

Sebelumnya kita telah membahas pengertian bai’at yang benar sesuai Al Qur’an dan As Sunnah dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *