Beranda / Tips / Hobi dan Perjalanan / Mengambil Pelajaran dari Sebuah Kecelakaan

Mengambil Pelajaran dari Sebuah Kecelakaan

Sore itu, tanggal 25 Desember 2017 sekitar pukul 19.30 WIB di jalur Tol Banyumanik tepatnya di KM 16+200 kawasan Gedawang, Semarang terjadi kecelakaan beruntun yang bermula saat bus PO. Rosalia Indah tiba-tiba oleng saat melaju kencang dari arah Bawen menuju Semarang. Dikarenakan jalur pada saat itu agak padat, bus akhirnya menabrak mobil yang ada di depannya dan sekitar sembilan mobil yang di depannya turut tertabrak juga. Tabrakan karambol ini diduga karena rem blong yang tidak berfungsi ketika bus hendak memperlambat lajunya.

Kepala Sub Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Banyunanik, Ipda Eko Heri Kustiono menerangkan bahwa pada kecelakaan ini tidak ada korban jiwa, “Korban hanya luka ringan dan sudah diberi pertolongan lebih lanjut. Evakuasi sudah dilakukan dan semua mobil telah diderek ke gerbang Tol Banyumanik,” jelasnya.

Atas peristiwa ini, terjadi kemacetan lumayan panjang sepanjang jalan arah Bawen menuju Semarang, hingga beberapa polisi dan pihak Jasa Marga sempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan keluar Gerbang Tol Ungaran hingga pukul 23.00 WIB.

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, di saat liburan sekolah seperti ini, lalu lintas di sepanjang jalur mudik memang agak padat, sehingga ancaman kecelakaan bisa saja terjadi secara tidak terduga. Oleh karenanya bagi kaum muslimin yang ingin bepergian (safar) hendaknya jangan melupakan doa dan dzikir ketika naik kendaraan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di perjalanan.

Di antara doa yang telah diajarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah membaca,

بسم الله
(Bismillah).
Ketika menaiki kendaraan.

Kemudian jika telah di dalam kendaraan membaca,
الحمد لله
(Alhamdulillah).

Kemudian membaca doa,

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُون
َ ثُمَّ قَالَ:
الْحَمْدُ لِلَّهِ. (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ).
ثُمَّ قَالَ:
اللَّهُ أَكْبَرُ. (ثَلاَثَ مَرَّات)ٍ
ثُمَّ قَالَ:
سُبْحَانَكَ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ“

(Subhaanalladzi sakhorolanaa haadza, wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Subhaanaka inni zholamtu nafsii, faghfirli, fa innahu laa yaghfiru dzunuba illa anta)

Artinya:
“Maha suci Allah Yang telah menundukkan bagi kami kendaraan ini padahal sebelumnya kami tak menguasainya dan kami pasti akan kembali kepada Rabb kami.

Kemudian mengucapkan:
Alhamdulillah 3 x.

Kemudian mengucapkan:
Allahu Akbar 3 x.

Kemudian mengucapkan: “Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah zhalim terhadap diriku sendiri, maka ampunilah hambamu ini, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau.”
(HR. Abu Dawud dan Hakim, lihat Ash Shahihah 1653 dari riwayat Ali ibn Abi Thalib radhiallahu anhu)

Di samping doa di atas, peran tawakal dan keimanan kepada takdir Allah Ta’ala adalah perkara yang penting pula untuk diperhatikan sebagai obat dalam menenangkan diri kita ketika safar, karena apapun yang terjadi sesungguhnya hal itu telah ditetapkan oleh Allah Dzat Yang Maha Kuasa dan Dzat Yang Maha Hikmah.

Semoga kegiatan perjalanan kita senantiasa di atas ridha-Nya dan keselamatan serta kelancaran menyertai kita sampai tujuan. Wallahu alam, semoga bermanfaat. (Ulungtoto).

Baca Juga

balasan untuk orang sabar

KEUTAMAAN DAN BALASAN UNTUK ORANG SABAR

Keutamaan dan Balasan Untuk Orang Sabar – Sabar memiliki banyak keutamaan yang telah Allah ta’ala …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *