Beranda / Bimbingan Islam / Adab Islam / Nyanyi Saat Sa’i, Dubes RI Imbau Jamaah Umrah Jaga Sopan Santun

Nyanyi Saat Sa’i, Dubes RI Imbau Jamaah Umrah Jaga Sopan Santun

JAMAAH UMRAH, MARILAH HORMATI KESUCIAN MASJIDIL HARAM

Jendelainfo.com – Sebagaimana ramai diberitakan, beredar video beberapa jamaah Umroh asal Indonesia melakukan ibadah sa’i sambil mengumandangkan lagu Pancasila dan Subbhanul Wathon. Hal ini sangat disesalkan oleh banyak pihak.

Perbuatan tersebut bukan saja merupakan sesuatu yang tidak pantas dilakukan tetapi juga sudah tergolong merusak atau mengubah sebuah ibadah, serta menginjak-injak kesucian ibadah dan tempat ibadah. Sebagaimana telah dipahami bahwa kegiatan ibadah terikat dengan tata cara dan aturan tertentu yang wajib mengikuti ketentuan syariat Islam sebagaimana diajarkan oleh Baginda Nabi – shallallahu alaihi wa sallam -.

Menanggapi kejadian tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi pun berkomentar. “Aksi di Mas’a (tempat sai) tersebut berpotensi mengganggu hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi,” kata beliau sebagaimana dikutip dari harian umum Republika.

Lebih lanjut beliau mengimbau seluruh ekspatriat Indonesia yang sedang atau akan berkunjung ke Arab Saudi, mematuhi peraturan, kepatutan dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi. Jamaah diminta tidak mengulang kesalahan yang sama.

Pelajaran Yang Dapat Diambil

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini antara lain:

  • Menjauhi segala perbuatan yang dapat mengganggu sesama Muslim, terutama mengganggu dalam hal beribadah.
    Hal ini sangat dilarang keras dalam Islam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya),“Ketahuilah bahwa setiap kalian sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Tuhannya. Maka dari itu, janganlah sebagian kalian menyakiti yang lain dan janganlah mengeraskan bacaan atas yang lain.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim)
  • Memperhatikan kekhusyusuan selama ibadah.
    Perbuatan jama’ah Umroh tersebut berupa bernyanyi sekaligus secara arogan, urakan, sangat jauh dari sikap khusyu saat beribadah. Hal itu juga bertentangan dengan sikap dan sifat sopan santun serta akhlaq mulia seorang muslim.Tempat yang suci tentu tidak pantas kecuali untuk ucapan-ucapan yang suci dan terpuji pula. Oleh karena itu, tidak boleh bertengkar, berteriak-teriak, melantunkan syair yang tidak baik di masjid, dan yang semisalnya.Demikian pula dilarang berjual beli di dalam masjid dan mengumumkan barang yang hilang. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),“Apabila kamu melihat orang menjual atau membeli di masjid maka katakanlah, ‘Semoga Allah Ta’ala tidak memberi keberuntungan dalam jual belimu!’ Dan apabila kamu melihat ada orang yang mengeraskan suara di dalam masjid untuk mencari barang yang hilang, katakanlah, ‘Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi

Baca Juga

Tanggapan Keras Kemenag Terkait Syuting Nasyid di Areal Masjidil Haram

Tanggapan Keras Kemenag Terkait Syuting Nasyid di Areal Masjidil Haram

Jendi – Lagi-lagi perbuatan tidak terpuji dilakukan oleh segelintir oknum di tanah Haram. Kejadian kali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *