Beranda / Ilmu / Pangeran Arab Saudi: Terorisme Mengincar Orang Yang Jauh dan Tidak Paham Agama

Pangeran Arab Saudi: Terorisme Mengincar Orang Yang Jauh dan Tidak Paham Agama

Jendelainfo.com – Seorang Pangeran Arab Saudi di dalam sebuah kesempatan, Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat ASEAN,¬†mengatakan bahwa terorisme menyasar orang yang tak paham soal agama. Banyak kaum muslimin sendiri yang tidak memahami Islam. Orang tersebut yang mencerminkan citra Islam sebagai teroris.

“Kaum muslimin sendiri yang jauh dari agamanya. Mereka yang merusak agamanya sendiri. Karena terorisme berfokus pada arang yang tidak paham agama, dan tidak paham kepada ayat yang mengatakan bahwa kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan di permukaan bumi untuk memerintahkan yang baik dan memerangi yang mungkar,” kata Pangeran Kerajaan Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz.

Jangan Jadi Generasi yang Tidak Paham Agama

Khalid menjelaskan, memerintahkan yang baik dan melarang yang mungkar ini tidak sembarangan, dan tidak sembarangan orang bisa melaksanakannya karena ada ilmunya. Kata Khalid, ulama-ulama mengatakan bahwa dalam memerintah dan melarang harus dengan ilmu yang arif dan dengan akhlak dan keluwesan.

“Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan aku diutus bukanlah sebagai fundamentalis. Aku diutus sebagai guru yang luwes, guru yang memberikan kabar gembira. Hal ini diucapkan oleh beliau tiga kali,” tambahnya.

Khalid juga mengatakan, dirinya selalu membahas soal terorisme. Pasalnya, ceramah agama seperti itu tidak bisa ditunda-tunda lagi karena merupakan masalah keamanan nasional dengan semua konsekuensi yang harus dihadapi. Tujuannya agar rakyat dapat hidup dengan aman dan tenang.

“Karena masalah ini adalah masalah besar yang mengancam dan merusak kesucian agama Islam sendiri. Dikatakan sesungguhnya bahwa agama di sisi Allah adalah agama Islam,” katanya.

Khalid yang merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Pangeran Sultan Kerajaan Arab Saudi ini mengatakan dirinya datang ke Indonesia untuk mencari generasi muda harapan bangsa, yang mengoreksi tentang pemahaman-pemahaman yang menyimpang tentang Islam.

“Pemuda yang bisa menjelaskan bagaimana membasmi pemikiran-pemikiran yang salah. Pemuda yang akan menjadi duta bagi bangsanya sendiri, yang menjadi pemegang tekad bagi pembangunan negaranya. Pemuda-pemuda yang merupakan percontohan dalam bekerja,” ujarnya.

Demikian pemuda dihasung untuk senantiasa penuh semangat berusaha belajar memahami agama ini sebagaimana pemahaman generasi terbaik umat ini. Pemuda harus merasa malu dan segera berbenah ketika tidak paham agama Islam.

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *