SEJARAH LAHIRNYA SYIAH RAFIDHAH

sejarah lahirnya syiah rafidhah

SEJARAH LAHIRNYA SYIAH RAFIDHAH – Kata Syiah asalnya digunakan untuk menamai pengikut dan pembela seseorang. Kemudian istilah ini dipakai secara khusus pada orang-orang yang mengaku mencintai dan membela Ahlul Bait yaitu Ali dan keluarganya serta anak keturunannya.

Istilah ini tidak dikenal di masa awal Islam oleh karena itu bisa dipastikan bahwa Syiah adalah sebuah kelompok baru yang tidak dikenal di masa Rasulullah.

Sejarah lahirnya Syiah Rafidhah ke permukaan yaitu ketika seorang yahudi yang bernama Abdullah bin Saba’ (seorang Yahudi dari negeri Yaman) hadir dengan mengaku sebagai seorang Muslim yang mencintai Ahlul Bait (keluarga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam).

Dia berlebih-lebihan dalam menyanjung Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan mendakwakan adanya wasiat kekhalifahan untuk beliau. Kemudian pada akhirnya dia mengangkat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu ke tingkat ketuhanan. Hal ini diakui oleh buku-buku Syiah itu sendiri.

Al-Qummi (seorang tokoh Syiah) pengarang buku al-Maqalaat wal Firaq [1] Mengaku dan menetapkan akan adanya Abdullah bin Saba’. Dia menganggap Abdullah bin Saba’ sebagai orang yang pertama kali menobatkan keimanan (kepemimpinan) Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan dia akan kembali hidup di akhir zaman. Disamping dia juga termasuk orang yang pertama mencela Abu Bakar, Umar, Ustman dan para sahabat lainnya. Ini diakui juga oleh tokoh Syiah lainnya seperti an-Nubakhti dalam bukunya Firaqush Syi’ah [2]

Adapun penganut Syiah kontemporer yang mengakui adanya sosok Abdullah bin Saba’ ini adalah Muhammad Ali al-Mu’allim dalam bukunya : Abdullah bin Saba’,al-Haqiqatul Majhulah (Abdullah bin Saba’, Sebuah Hakikat yang Terlupakan)[3]. 

Pengakuan merupakan argumen yang paling kuat, dan itu semua muncul dari para tokoh senior Syiah sendiri.

Para Ulama Ahlus Sunnah seperti Al Baghdadi Rahimahullahu telah berkata :

As-Sabaiyyah adalah pengikut Abdullah bin Saba’, yang berlebih-lebihan dalam mengagungkan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu sehingga ia mendakwakannya sebagai seorang nabi sampai ke pengakuan bahwa dia adalah Allah.

Beliau juga menambahkan :

Ibnus Sauda’ (nama lain dari Abdullah bin Saba’) adalah seorang yahudi dari penduduk Hirah, berpura-pura menampakkan dirinya beragama Islam sebagai senjata agar bisa memiliki pengaruh dan kepemimpinan pada penduduk Kufah. Dia berkata kepada penduduk Kufah bahwa ia mendapati dalam kitab Taurat bahwa setiap nabi memiliki washi (seorang yang diwasiati untuk menjadi khalifah atau imam). Dan Ali adalah washi-nya  Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam. Asy-Syahrastani (Ahlus Sunnah) menyebutkan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang yang pertama kali memunculkan pernyataan bahwa Ali  bin abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu diangkat sebagai imam berdasarkan nash. Demikian juga dikatakan bahwa as-Sabaiyyah adalah sekte yang pertama kali menyatakan tentang hilangnya imam mereka dan akan muncul kembali di kemudian hari.

 

Pada masa berikutnya orang-orang Syiah mewarisi keyakinan akan keimaman dan hak Ali sebagai khalifah berdasarkan kepada nash maupun wasiat. [4] Meskipun Syiah terbagi menjadi bermacam-macam dan saling berselisih satu dengan yang lainnya.

Begitulah Sejarah lahirnya Syiah Rafidhah.

Semua ini merupakan wasiat Abdullah bin Saba’, selanjutnya merekapun berkembang biak menjadi berpuluh-puluh sekte dengan aneka ragam perbedaan pendapat yang banyak sekali.

Dengan demikian jelaslah, bahwa Syiah membuat ideologi-ideologi baru diantaranya:

  • adanya wasiat kekhalifahan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu
  • munculnya kembali imam mereka di kemudian hari
  • menghilangnya imam
  • bahkan penuhanan para imam mereka

Ini sebagai bukti bahwa mereka mengekor kepada Abdullah bin Saba’ seorang yahudi.

 

[1]  Sa’d bin Abdullah Al-Asy’ari Al-Qummi (301 H), al-Maqalaat wal Firaq, 10 - 21
[2] Firaqush Syi'ah, 19 - 20
[3]  Buku ini merupakan bantahan terhadap sebuah buku yang ditulis oleh seorang penganut Syiah bernama Murtadha al-'Askari berjudul : Abdullah ibnu Saba' wa Asatiir Ukhra (Abdullah bin Saba', Sebuah Ilusi dan Ilusi-ilusi lain). Penulisnya mengingkari adanya sosok Abdullah bin Saba'.
[4] Yang dimaksud dengan "nash" adalah penentuan Ali sebagai khalifah berdasarkan dalil dari al-Qur'an maupun as-Sunnah. Sedangkan yang dimaksud "wasiat" adalah penentuan Ali sebagai khalifah dengan wasiat dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam sebelum beliau meninggal dunia.

BACA JUGA : 

Syiah Iran Memerangi ISIS? Hanya di Video Game (Bukti Sandiwara Syiah dalam Memerangi ISIS)

Mengenal Aliran Syiah Rafidhoh dan Propagandanya di Indonesia

Mengerikan Ternyata Inilah Asas Ajaran Syiah

Lagi! Syiah Menyingkap Wajah Dirinya

Baca Juga

akidah bada'

KESESATAN AKIDAH BADA’ YANG DIYAKINI RAFIDHAH

Akidah Bada’ – Al-Bada’ artinya tampak, yang sebelumnya masih tersembunyi atau berarti pula munculnya pendapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *