Beranda / Fokus / SISI PERBEDAAN SUNNI DAN SYIAH

SISI PERBEDAAN SUNNI DAN SYIAH

perbedaan sunni dan syiah

Ada yang mengatakan bahwa perbedaan sunni dan Syiah berpusat pada perbedaan masalah fiqih yang sifatnya furu’iyyah (cabang) saja, seperti masalah nikah mut’ah. Padahal pada hakikatnya perbedaan terjadi dalam permasalahan yang sangat mendalam sekali. Perbedaan tidak hanya pada cabang, namun dalam segi aqidah yang mana perbedaan ini bisa kita lihat sebagai berikut :

Pertama :

Orang-orang Syiah mengatakan bahwa Al Qur’an mengalami pengubahan dan pengurangan.

Sedangkan Ahlus Sunnah mengatakan bahwa Al Qur’an adalah Kalamullah yang sempurna,  tidak ada pengurangan atau perubahan hingga sampai hari Kiamat. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah  yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr : 9)

Kedua  :

Orang Syiah mengatakan bahwa para sahabat Nabi murtad setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali sedikit saja dari mereka. Mereka mengkhianati amanah dan agama khususnya tiga khilafah : Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhum. Karena itu tiga sahabat Nabi ini dianggap orang-orang yang paling besar kekafiran dan kesesatannya.

Sedangkan Ahlus Sunnah mengatakan bahwa para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik manusia setelah para Nabi, mereka orang-orang adil dan tidak pernah sengaja membuat kedustaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serta dapat dipercaya dalam meriwayatkan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketiga :

Orang Syiah mengatakan para imam mereka yang jumlahnya 12 adalah ma’shum, dijaga dari kesalahan, mengetahui hal gaib, mengetahui segala ilmu yang datang kepada para malaikat, para Nabi dan Rasul, mengetahui sesuatu yang telah berlalu dan yang akan tiba, tak ada sedikitpun samar bagi mereka, dan memahami semua bahasa yang ada di dunia ini, serta bumi ini diciptakan untuk mereka.

Sedangkan Ahlus Sunnah mengatakan bahwa mereka manusia biasa sebagaimana yang lain, tidak ada perbedaan. Sebagian mereka ada yang ahli fiqih, ulama dan khilafah. Ahlus Sunnah tidak menisbatkan kepada mereka sesuatu apapun yang tidak pernah mereka dakwakan bagi mereka sendiri. Karena mereka sendiri mencegah hal itu dan berlepas diri darinya.

 

Baca Juga :

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG KOTA NAJF DAN KARBALA

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG AHLUS SUNNAH

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG TAQIYYAH

Baca Juga

nikah mut'ah

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG NIKAH MUT’AH DAN KEUTAMAANNYA

Nikah Mut’ah adalah nikah kontrak dalam waktu tertentu. Jika sudah habis masanya maka terputuslah ikatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *