Beranda / Warta / Surat Terbuka Kepada Para Penolak Kedatangan Raja Salman

Surat Terbuka Kepada Para Penolak Kedatangan Raja Salman

Kepada Anda yang menolak kedatangan Raja Salman ke Indonesia,

Yang pertama ketahuilah bahwa kunjungan kenegaraan ini adalah atas undangan Pemerintah Republik Indonesia.

Yang kedua sadarilah bahwa tuduhan palsumu atas Kerajaan Arab Saudi terutama di bawah kepemimpinan Raja Salman sebagai penjahat perang dan bandar teroris dunia sungguh telah mencederai akal sehat melihat kenyataan yang ada.

Perhatikanlah bila memang engkau masih punya hati nurani,

Lembaga Bantuan Arab Saudi membagikan bantuan darurat kemanusiaan kepada 1742 pengungsi Suriah di Turki.

Demikian dilansir oleh @SaudiNews50 dalam cuitannya hari ini (28/01/17).

Sementara itu sebagaimana dilansir oleh SPA, telah tiba 11 truk medis di rumah sakit negeri di Adn, Yaman. Dikirim oleh Lembaga Bantuan “Raja Salman” Center.

Dua kegiatan sosial tersebut, yang dilakukan oleh Arab Saudi untuk dua negara yang berbeda pada hari yang bersamaan, cukup sebagai “surat terbuka” bagi pihak yang menuliskan dalam spanduknya bahwa “Raja Salman adalah Penjahat Kemanusiaan dan Bandar Teroris Dunia.” Sungguh ucapan kental dengan kedustaan dan ujaran kebencian.

Bagaimana penjahat kemanusiaan akan mengirim bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudaranya sesama muslim?

Kemudian Tengoklah Agama Syiah

Bicara penjahat kemanusiaan dan bandar teroris, mari kita tengok perang Yaman dan Suriah. Siapa biangnya?

Siapakah yang memulai pemberontakan di Yaman dengan menyerang Istana Kepresidenan dan menahan Sang Presiden resmi?

Di Suriah, siapakah tokoh yang bekerja sama dengan Negara Komunis Rusia untuk membantai rakyatnya sendiri?

Jangan mudah mengkambinghitamkan Arab Saudi. Data dan fakta menunjukkan bahwa perang Yaman dan Suriah biangnya adalah Syiah yang didukung oleh Iran. Maka janganlah lempar batu sembunyi tangan.

Jangan kemudian memprovokasi rakyat Indonesia.

Semoga Allah menjaga negeri Indonesia dan negeri Arab Saudi.

Baca Juga

bai'at

AQIDAH RAFIDHAH TENTANG BAI’AT

Sebelumnya kita telah membahas pengertian bai’at yang benar sesuai Al Qur’an dan As Sunnah dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *