Beranda / Fokus / Teror Simbol Palu Arit di Masjid Pamekasan

Teror Simbol Palu Arit di Masjid Pamekasan

JendelaInfo.com – Ketika isu bangkitnya komunisme di Indonesia mulai merebak lagi belakangan ini, video pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tahun lalu (2016) pun viral kembali.

“Dulu sering kita dengar bahaya laten, gak ada itu bahaya laten, kemudian komunis gak ada lagi. Ternyata sekarang muncul. Jadi kita patut curiga yang bilang gitu, gak ada (komunis), mungkin dia yang komunis kali,” ujar Menhan saat memberikan sambutan di depan purnawirawan TNI, Ormas Kepemudaan dan Ormas Keagamaan dalam rangka antisipasi bangkitnya gerakan PKI di Balai Kartini, Jumat (13/5/2016).

Teror Simbol Palu Arit

Masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dikejutkan dengan temuan gambar palu arit berwarna cat merah di dinding, kamar mandi Masjid Jamik Al Ikhlas Desa Bilaan, Kecamatan Proppo.

“Simbol itu ditemukan tadi pagi. Dan ini masih dilakukan penyelidikan, dengan melakukan pemeriksaan tiga orang,” terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (9/2).

Kejadian tersebut seakan mengamini pernyataan Sastrawan Taufik Ismail tentang kondisi Indonesia saat ini, seperti situasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia. “Situasi minggu-minggu dan bulan-bulan terakhir ini, mirip situasi pada tahun 62, 63, 64, dan 65,” kata Taufik, dalam sambutannya dalam deklarasi Alumni Universitas Indonesia Bangkit untuk Keadilan di Perpustakaan UI, Jumat, 27 Januari 2017.

Melihat Kembali TAP MPRS XXV/1966

Kilas balik ke tahun 2003. Sidang Tahunan MPR 2003, laporan dari Komisi B, memutuskan bahwa TAP MPRS No. XXV/1966 tentang Pembubaran PKI tetap berlaku. Awalnya, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) menyatakan menolak pemberlakuan kembali TAP MPRS tersebut. Namun akhirnya menerima dengan alternatif tersendiri.

Dan di tahun 2016, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Badan Intelijen Negara (BIN) memburu pihak-pihak yang telah menghembuskan isu bangkitnya komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Negara dalam hal ini badan intelijen dan institusi intelijen lain untuk sungguh-sungguh mencari tahu sumber dan siapa yang memunculkan (isu bangkitnya PKI),“ kata Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah di Blitar, Jawa Timur, Jumat (3/6/2016).

Menghadapi kenyataan tersebut, tentu sangat disayangkan apa yang menjadi pernyataan seorang tokoh masyarakat beberapa waktu lalu yang membantah kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). “Faktanya kan tidak ada, udah tidak ada PKI, tidak ada, bagaimana bisa bangkit, kita tahu juga embrio kalau ada,” ucap beliau di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).

Sekarang kembali kepada kita untuk menilai data dan fakta di lapangan sebagaimana yang sudah diketahui. Dan akhirnya, apakah pernyataan Menteri Pertahanan di atas akan dianggap sebagai sebuah kebenaran atau bukan.

Baca Juga

bom

DITEMUKAN BUKU HARIAN AGUS WIGUNA, PELAKU TEROR BOM PANCI KOTA BANDUNG

Jendelainfo.com – Masih terkait dengan perakit bom panci di salah satu rumah kontrakan daerah Buah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *