Beranda / Tips / Bisnis dan Keuangan / Tips Menyusun Proyeksi Bisnis – 2

Tips Menyusun Proyeksi Bisnis – 2

Melanjutkan Tips menyusun proyeksi bisnis 1, berikut adalah kelompok komponen yang perlu ada dalam lembar proyeksi bisnis.

Laporan atau dokumen proyeksi bisnis ini dapat dibuat menggunakan aplikasi lembar sebar (spreadsheet) seperti Microsoft Excel atau yang sejenis. Akan semakin baik kalau dokumen yang dibuat nantinya tidak hanya berisi tabel-tabel tetapi juga berisikan grafik. Visualisasi grafik umumnya lebih mudah dipahami bagi sebagian orang dibandingkan deretan angka-angka dalam tabel.

Kebutuhan Dana Awal Mulai Usaha

Di bagian ini dicatat semua biaya yang dibutuhkan atau dikeluarkan saat pertama kali memulai usaha. Biaya-biaya di sini pada umumnya dikeluarkan hanya sekali di awal usaha. Ada kalanya, beberapa komponen dicatat ulang menjadi pengeluaran rutin jangka panjang seperti pengeluaran per tahun.

Contoh komponen biaya di sini adalah biaya pengurusan legalitas usaha seperti badan usaha, perijinan, dan lainnya. Di sini juga dicatat biaya pengadaan tempat usaha dan perabotan atau perlengkapannya.

Gaji dan Upah

Bagian berikutnya adalah catatan Gaji atau Upah yang dikeluarkan. Gaji bersifat rutin berdasarkan periode tertentu yang umumnya per bulan sedangkan upah bersifat tidak tertentu.

Nantinya, perlu juga dibedakan penggajian atau pengupahan berdasarkan jenis karyawan atau pegawai. Pembagian yang umum adalah pegawai tetap, karyawan lepas, atau sejenisnya.

Pengeluaran Operasional Tetap

Selanjutnya adalah pengeluaran untuk operasional yang sifatnya tetap atau rutin. Contohnya biaya transportasi, biaya komunikasi, dan sejenisnya. Sebagai contoh, biaya transportasi untuk mengantar barang pesanan, biaya transportasi untuk kulakan barang, biaya listrik, telepon, iuran sampah, atau yang bersifat seperti itu.

Perkiraan Proyeksi Penjualan

Penjualan baik yang berupa jasa maupun barang perlu diperkirakan dalam bentuk proyeksi. Karena ini nantinya adalah menjadi sumber penghasilan kita, kita perlu membuat gambaran penghasilan minimal yang seharusnya diperoleh untuk menutupi segala biaya pengeluaran. Proyeksi ini umumnya dibuat jangka panjang seperti satu sampai lima tahun.

Penetapan Pendapatan

Penetapan pendapatan yang kita catat merupakan rasio antara proyeksi penjualan dan pengeluaran yang kita lakukan. Kita dapat melihat di sini nantinya berapa pendapatan dari usaha perbulannya. Ingat, ini hanya bersifat estimasi.

Demikianlah komponen dari Dokumen Proyeksi Bisnis yang semoga dapat bermanfaat.

Baca Juga

teman sejati

Mencari Teman Sejati ? Begini Caranya

Ketahuilah teman sejati adalah yang tetap akan menjadi temanmu di dunia dan di akhirat. Karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *