Beranda / Warta / ​Dilema Itu Bernama Israel

​Dilema Itu Bernama Israel

Jendelainfo.com – Ketua MUI bidang Luar Negeri KH Muhyidin Junaidi mengeluarkan pernyataan keras atas kenyataan kunjungan salah seorang pengurus MUI ke Israel.

Sebagaimana dimuat Republika, Muhyidin meminta ada baiknya yang bersangkutan sebaiknya mengundurkan diri dari jabatan ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga MUI, sebelum pimpinan MUI yang mengambil keputusan. “Itu lebih baik demi muruah MUI dan Indonesia,” kata dia.

Menjelaskan kejadian tersebut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi menegaskan bahwa kunjungan salah seorang pengurus MUI, Istibsyaroh, ke Israel bukan atas nama organisasi yang menjadi wadah musyawarah ulama Indonesia itu.

Meskipun begitu Menurut Zainut, pimpinan MUI sangat menyesalkan kunjungan tersebut karena dinilai telah menyalahi kebijakan organisasi.

Kembali beliau menegaskan bahwa kebijakan MUI melarang semua pengurusnya untuk berkunjung ke negara zionis dengan atau tanpa dalih apa pun.

Zainut menegaskan kebijakan tersebut sesuai dengan semangat konstitusi yakni menolak segala macam bentuk penjajahan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Israel, kata dia, adalah negara agresor dan penjajah yang selama ini berbuat dzalim terhadap rakyat Palestina.

Ada Apa Dengan Israel

Penyebutan Yahudi sebenarnya lebih tepat dibandingkan dengan Israel, menurut sebagian ulama.

Termuat di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah, dan juga disaksikan oleh sejarah, Yahudi sangat identik dengan makar, tipu daya, membangkang, menentang para nabi, dan sekian sifat jelek lainnya.

{ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ} [آل عمران : 112]

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. (QS. Ali Imran: 112)

Diantaranya, Makar Yahudi ini dibongkar Allah ‘azza wa jalla dalam firman-Nya,

وَقَالَت طَّآئِفَةٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامِنُواْ بِٱلَّذِيٓ أُنزِلَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَجۡهَ ٱلنَّهَارِ وَٱكۡفُرُوٓاْ ءَاخِرَهُۥ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ  ٧٢

“Sekelompok ahli kitab (kepada sesamanya) berkata, ‘Perlihatkanlah (seolah-olah) kalian beriman pada apa yang diturunkan kepada orang-orang yang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran).” (QS. Ali Imran: 72)

Indonesia sendiri hingga saat ini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan negara Israel. Tetapi, Indonesia memiliki hubungan dagang, pariwisata, dan keamanan.

Pada bulan Maret tahun lalu, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu menyerukan agar kedua negara menjalin hubungan diplomatik secara resmi tetapi Pemerintah Indonesia enggan menanggapi seruan tersebut.

Indonesia lebih memilih mementingkan kemerdekaan Palestina.

”Indonesia akan lebih mengutamakan kemerdekaan Palestina,” ujar Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di kantornya, Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Baca Juga

palestina

Tahukah Anda, 243 Warga Sipil di Wilayah Perbatasan Palestina Tewas oleh Yahudi

Jendelainfo.com – Sejak Oktober 2015 tercatat setidaknya 243 warga di wilayah perbatasan Palestina tewas oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *