Beranda / Tips / Kesehatan / 10 Efek Negatif Telepon Seluler Bagi Anak

10 Efek Negatif Telepon Seluler Bagi Anak

Jendelainfo.com – Telepon seluler, dengan beragam jenis dan fasilitasnya merupakan sebuah ujian tersendiri bagi orang tua. Berikut ini 10 efek negatif penggunaan telepon seluler oleh anak-anak.

1. Teen Tendonitis (TTT)

Teen Tendonitis adalah gejala berupa rasa sakit atau pegal di tengkuk karena terlalu lama menunduk. Akibat ini dirasakan pengguna telepon seluler ketika dia sudah terlalu lama atau sering menunduk untuk membaca, menulis maupun membalas pesan. Ini adalah efek negatif telepon seluler yang sering paling awal dirasakan.

2. Stress

Penggunaan telepon selluler secara berlebihan juga dapat menimbulkan stress atau tekanan tersendiri. Anak-anak yang aktif menggunakan telepon seluler akan cenderung menyendiri, jarang berkomunikasi, dan abai terhadap kondisi di sekitarnya. Dalam keadaan tertentu, hal ini akan mengarah pada situasi dimana seorang anak tidak cukup memiliki pertahanan mental yang berasal dari kerabat, saudara, atau bahkan orang tua ketika menghadapi suatu masalah.

3. Kurang Tidur

Sudah jamak, seringkali tanpa sadar anak-anak melewatkan waktu tidurnya ketika sudah terlalu asyik berpindah dari satu media sosial ke media sosial lainnya, membalas satu demi satu pesan yang masuk. Hal ini kadang tidak mengenal waktu. Bahkan tidak jarang, saat bangun tidur yang pertama kali dicari adalah telepon selulernya.

4. Kecelakaan

Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa penggunaan telepon seluler dalam perjalanan dapat meningkatkan resiko kecelakaan. Orang yang konsentrasi penuh terhadap telepon selulernya dipastikan akan terluput dari kondisi di sekitarnya. Ini sangat berbahaya.

5. Kekhawatiran Berlebih

Penggunaan telepon seluler juga dapat menciptakan kekhawatiran berlebih pada anak-anak. Mereka belum cukup wawasan menyikapi setiap kondisi yang terkait dengan komunikasi seperti kenapa seseorang terlambat membalas pesan yang disampaiakan. Gelisah, khawatir, bertanya kenapa pesan tidak dibalas. Bertanya kenapa pesan masih belum terkirim. Dan berbagai pertanyaan lain yang mengarah kepada rasa khawatir yang berlebihan.

6. Resiko Kanker

Beberapa artkel kesehatan menunjukkan bahwa penggunaan telepon seluler secara terus menerus dapat memperbesar resiko terkena kanker. Hal ini diantaranya adalah dipicu oleh paparan sinyal radio terhadap tubuh penggunanya.

7. Bully di Dunia Cyber

Kasus ini pun tidak dapat diabaikan. Betapa banyak kasus yang berujung tragis ketika seorang anak di-bully di dunia maya.

8. Menyia-nyiakan Waktu

Telepon seluler dengan beragam jenis fasilitas dan utamanya permainan yang tersedia cenderung menjadikan seorang anak asyik dengan kehidupan virtualnya. Lebih jauh mereka sering lupa waktu akibat permainan yang tidak menambah ilmu selain menyia-nyiakan waktunya. Masa kanak-kanak dan remaja yang seharusnya menjadi aset berharga untuk menambah ilmu, wawasan dan bekal menghadapi masa depannya kelak menjadi terlewat begitu saja. Tentu ini sebuah kehilangan yang besar.

9. Rentan Terjatuh Pada Tindakan Menyimpang

Sebagaimana berita terbaru yang beredar tentang kasus paedofilia online, dunia internet juga merupakan sarang kejahatan selain sedikit manfaat yang dapat diambil darinya. Maraknya konten pornografi, hingga saat ini pemerintah pun masih kesulitan untuk menanganinya.

10. Hancurnya Sebuah Bangsa

Dan ini yang paling berbahaya, hancurnya sebuah bangsa akibat dari rusak dan hancurnya generasi muda. Mereka generasi yang rentan. Seringkali bersamaan dengan minimnya wawasan serta pengalaman yang dimiliki mereka terseret dan menjadi korban mode. Mode penampilan maupun mode pikiran.

Tanpa sadar mereka berpenampilan seperti orang asing, dan bahkan berpikiran seperti orang asing. Pikiran-pikiran liberal, kekiri-kirian, radikalisme dan terorisme, yang kita khawatirkan mengantarkan mereka ke lubang biawak.

Generasi muda adalah generasi penerus, tulang punggung pembangunan bangsa, penerus cita-cita perjuangan para pendahulu. Apa yang dapat diharapkan dari sebuah generasi yang telah rusak? Na’udzubillahi mindzalik. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

Baca Juga

Ahok jadi warga NU, kemana Banser?

Radikalisme di Bumi Papua, Kemana Banser?

Jendelainfo.com – “Saudara-saudara diminta segera membubarkan diri. Sekali lagi diminta segera meninggalkan tempat,” kata aparat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *