Beranda / Ilmu / 10 Hal Yang Perlu Diketahui Seputar Darah Haid

10 Hal Yang Perlu Diketahui Seputar Darah Haid

Jendelainfo.com – Pembaca yang kami hormati, pada kesempatan ini kita akan membahas terkait dengan darah haid, karena pengetahuan terkait dengan darah haid bagi seorang wanita sangatlah penting, begitu juga bagi seorang laki-laki/suami karena menyangkut hukum-hukum yang berkaitan dengannya. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami akan membahas secara sederhana seputar darah haid.

Pembahasan Pertama: Pengertian Haid.

Haid adalah darah yang keluar pada waktu-waktu tertentu dari organ khusus wanita secara alami tanpa adanya sebab, bukan karena sakit, luka atau keguguran atau selesai melahirkan.

Pembahasan Kedua: Najisnya Darah Haid

Para ulama rahimahumullah telah sepakat tentang darah haid adalah najis. Sebagaimana Imam Nawawi menukilkan tentang hal itu.

Pembahasan Ketiga: Sifat Darah Haid

Para ulama telah menyebutkan bahwa sifat darah haid ada tiga:

  1. Bau darah tidak sedap;
  2. Warna darah hitam;
  3. Tekstur darah tebal/kental.

Pembahasan Keempat: Kapan usia awal seorang wanita mengalami haid.

Pada keadaan dan umur berapa saja, bila didapatkan adanya darah (darah haid) yang keluar dari kemaluan maka itu harus dianggap darah haid.

Pembahasan Kelima: Berapa Masa Hari Haid

Tidak ada batasan minimal dan tidak pula batasan maksimal hari haid, setiap kali wanita melihat darah keluar dari kemaluan bukan disebabkan luka atau semisalnya maka darah tersebut darah haid tanpa ada batasan waktu dan umur. Kecuali bila darah itu keluar terus menerus tidak pernah berhenti atau berhenti hanya sehari atau dua hari dalam sebulan maka darah itu adalah darah istihadhah (penyakit).

Permbahasan Keenam: Bertambah atau Berkurangya waktu haid dan terlambat atau maju dari kebiasaannya .

1. Bertambah atau berkurang waktunya. Misalnya seorang wanita kebiasaan haidnya enam hari. Suatu ketika darah yang keluar berlanjut sampai hari ketujuh. Atau kebiasaan haidnya enam hari namun belum berjalan enam hari haidnya berhenti.

2. Terlambat atau maju dari kebiasaan haid yang ada. Misal kebiasaan haid seorang wanita jatuh pada akhir bulan, namun suatu ketika ia melihat darah haidnya keluar pada awal bulan, atau sebaliknya.

Pendapat yang terpilih terkait masalah ini, kapan saja seorang wanita melihat keluarnya darah maka ia haid. Dan kapan ia tidak melihat darah berarti ia suci, sama saja baik waktu haidnya bertambah atau berkurang dari kebiasaannya, dan sama saja baik waktunya maju atau mundur.

Pembahasan Ketujuh: Warna kekuningan atau keruh yang keluar dari kemaluan. Apabila cairan ini keluarnya pada masa haid atau bersambung dengan masa haid sebelum suci maka dihukumi sebagai darah haid. Namun bila keluarnya di luar masa haid, cairan tersebut bukan darah haid.

Pembahasan Kedelapan: Keringnya darah hanya tinggal sesuatu yang basah.

Jika si wanita hanya melihat sesuatu yang basah (ruthubah) seperti lendir dan semisalnya. Kalau ini terjadi pada masa haid atau bersambung dengan waktu haid sebelum masa suci maka ia terhitung haid. Bila di luar masa haid maka ia bukan darah haid, sebagaimana keadaan cairan kuning atau keruh.

Pembahasa Kesembilan: Tanda telah suci dari haid

Berakhirnya masa haid seorang wanita dapat diketahui dengan salah satu dari dua tanda berikut ini

1. Keluarnya al-qashshah al-baidha’, yaitu cairan putih bening yang keluar dari rahim saat haid berakhir.

2. Berhentinya darah haid.
Pada sebagian wanita tidak melihat al-qashshah al-baidha’ sampai masa haid berikutnya. Berhentinya darah haid diketahui dengan cara memasukkan kapas/kain putih ke tempat keluarnya darah haid. Apabila kapas tersebut tidak berubah warna, berarti wanita tersebut telah suci.

Pembahasa Kesepuluh: Hukum-Hukum terkait dengan Haid

Diantaranya:

  1. Diharamkan untuk mengerjakan shalat dan puasa, baik yang wajib maupun yang sunnah.
  2. Diharamkan untuk thawaf di Ka‘bah baik thawaf yang wajib atau sunnah.
  3. Jima’ (berhubungan suami istri); Diharamkan bagi suami untuk menggauli istrinya yang sedang haid pada kemaluannya.
  4. Haram bagi suami untuk mentalak istrinya ketika haid.
  5. Mandi Haid

Setelah masa haid wanita berakhir, maka wajib bagi wanita untuk mandi.

Pembaca Jendelainfo.com yang kami hormati, demikianlah penjelasan sederhana seputar haid, semoga bermanfaat untuk kita semua. (JI)

Baca Juga

bejana

4 Hal Yang Perlu Diketahui Seputar Mandi Haid

Jendelainfo.com – Berikut ini adalah 4 hal yang perlu diketahui seputar mandi haid: 1. Hukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *