Beranda / Ilmu / Ada Apa Dengan Khitan pada Wanita?

Ada Apa Dengan Khitan pada Wanita?

Jendelainfo.com – Khitan (sunat) pada wanita adalah di antara permasalahan syariat yang sering diperdebatkan bahkan oleh kalangan medis. Perlu diketahui bahwa tuntunannya di dalam syariat islam sudah sangat jelas dan biasa dilakukan pada masa shahabiyah (shahabat nabi dari kalangan perempuan). Oleh karena itu pada kesempatan ini kami bawakan pembahasan tentang khitan pada wanita secara ringkas, dengan harapan agar dapat menjadi penjelas bagi orang yang menginginkan penjelasan tentang hal ini.

Pengertian Khitan

Khitan (الخِتَانُ) adalah masdar (bentuk kata benda) dari fiil خَتَنَ yang artinya memotong. Kata الخَتْنُ artinya memotong bagian tertentu dari anggota tubuh yang tertentu pula. Jadi, kata الخِتَانُ merupakan istilah bagi perbuatan pengkhitan, dan dapat diartikan sebagai tempat memotong dari pria dan wanita.

Terdapat beberapa dalil diisyariatkannya Khitan, diantaranya adalah:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلْفِطْرَةُ خَمْسٌ: اَلْخِتَانُ، وَالْاِسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيْمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ

“Ada lima hal yang termasuk fitrah: berkhitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut rambut ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lain Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ

“Apabila dua khitan telah bertemu, diwajibkan mandi.”(HR. at–Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Hadits ini secara jelas menunjukkan adanya dua khitan, yaitu pada pria dan pada wanita

Dari Ummu ‘Athiyyah alAnshariyyah radhiyallahu ‘anha—beliau biasa mengkhitan para wanita di Madinah—bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya,

لَا تُنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ أَحْظَى لِلْمَرْأَةِ وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ

“Jangan dihabiskan karena hal itu lebih menguntungkan wanita dan lebih disenangi oleh suami.” (HR. Abu Dawud)

Hukum Khitan Bagi Wanita

Menurut pendapat yang terpilih, khitan pada wanita hukumnya wajib sebagaimana hukum khitan para laki-laki. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, seperti Imam Malik, Imam asy-Syafi’i, dan Imam Ahmad.

Hikmah dan Faedah Khitan

Khitan mempunyai banyak hikmah dan faedah, di antaranya:

1. Khitan termasuk keindahan syariat Islam yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada para hamba-Nya untuk menyempurnakan mereka, baik secara lahir maupun batin.

2. Khitan sebagai tanda bagi seseorang yang menyandarkan (berserah diri) kepada Allah, dan kepada agama serta ajaran-Nya.

3. Khitan membawa kesucian, kebersihan, keindahan, dan kebagusan penciptaan; serta menstabilkan syahwat.

4. Khitan pada wanita yang sesuai dengan syariat akan membantu mempercepat rangsangan seksual pada wanita sehingga dia dapat mencapai puncak hubungan seksual.

Waktu Dilakukannya Khitan

Batasan minimal (waktu mustahab/disunnahkan) khitan adalah hari ketujuh setelah kelahiran, adapun batasan maksimal (waktu wajib untuk khitan) adalah sebelum balig.

Batasan yang Dipotong/Diambil
Ketika Khitan

#Untuk laki-laki

Yang wajib pada pria ketika dikhitan adalah dipotong seluruh kulit yang menutupi al-hasyafah (kepala zakar) sampai terbuka seluruh hasyafah tersebut.”

#Untuk wanita

Yang dipotong adalah bagian paling atas dari kulit yang terletak paling atas dari farj (vagina), di antara dua bibir vagina, di atas tempat masuknya zakar dan tempat keluarnya air seni. Bagian tersebut berbentuk seperti jengger ayam jantan, atau seperti huruf V terbalik. Dalam bahasa medis/kedokteran disebut prepuce (praeputium), yaitu kulit penutup klitoris/kelentit pada wanita.

Yang wajib adalah memotong sedikit kulit teratas/tertinggi dari bagian tersebut, bukan sampai pangkalnya.

Demikian penjelasan sederhana terkait dengan permasalahan khitan semoga bermanfaat. (Joko)

Baca Juga

Ragam Metode Khitan

Jendelainfo.com – Khitan, bagi seorang Muslim, merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Namun dalam perkembangannya khitan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *