Beranda / Ilmu / Panduan Bersuci 1: Air dan hukum yang Terkait

Panduan Bersuci 1: Air dan hukum yang Terkait

Jendelainfo.com – Air dan Hukum yang terkait denganya dibahas oleh para ulama tepatnya pada pembahasan bab thaharah (bersuci). Perkara ini penting dikarenakan air digunakan untuk bersuci. Tidak semua air dapat dan boleh digunakan sehingga perlu dipahami hukum air.

Beberapa hal yang dapat disimpulkan pada pembahasan terkait dengan air yaitu:

1. Asal hukum air itu suci lagi mensucikan. Baik itu air hujan, mata air, air sumur dan air lainnya. Allah Ta’aala :

وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

“Dan Kami menurunkan dari langit air yang amat suci.“ (Al Furqaan : 48)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda tentang air laut:

هُوَ اَلطُّهُورُ مَاؤُهُ، اَلْحِلُّ مَيْتَتُهُ

“Ia (air laut itu) suci airnya halal bangkainya.” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud)

2. Air yang tercampur dengan benda suci walaupun berubah salah satu sifatnya maka air tersebut tetap suci lagi mensucikan. Selama masih dikatakan sebagai air.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا، أَوْ خَمْسًا، أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ، بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَاجْعَلْنَ فِي الآخِرَةِ كَافُورًا – أَوْ شَيْئًا مِنْ كَافُورٍ

“Mandikanlah tiga kali, atau lima kali atau lebih dari itu jika kalian pandang perlu, dengan air dan daun bidara. Dan pada siraman terakhir berilah air yang bercampur kapur barus atau sedikit kapur barus.” (HR. Muslim).

3. Air yang terkena benda najis. Jika salah satu sifat air berubah, seperti berubah warnanya, atau baunya atau rasanya karena benda najis tersebut maka air itu najis. Tapi kalau tidak berubah salah satu sifatnya maka air itu suci. (Joko)

Baca Juga

tentang wudhu, hukum air dan tata cara menghilangkan najis

Tata Cara Menghilangkan Najis

Jendelainfo.com – Para pembaca jendelainfo.com yang kami hormati, pada artikel yang lalu kita sudah membahas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *