Beranda / Uncategorized / Aksi Menghijaukan Bumi Pun Dapat Bernilai Ibadah

Aksi Menghijaukan Bumi Pun Dapat Bernilai Ibadah

Jendelainfo.com – Kurang lebih sebanyak 20an anggota Koramil 04 Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau terlihat di Stadion Mini Pokok Jengkol dan komplek gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Mandau. Para anggota TNI tersebut berkumpul bersama belasan pemuda yang tergabung dalam sebuah organisasi lembaga swadaya masyarakat. Ada apa gerangan?

Jika diperhatikan seksama maka akan terlihat para anggota TNI di sana tidak membawa mesin tempur, akan tetapi mereka membawa mesin pemotong rumput. Lho?! Oh, ternyata hari itu sebagaimana yang dilansir media pekanbarupos.com,  Kamis 5 Januari 2017 sedang ada kegiatan penanaman 200 pohon sirsak dan ketapang, masya Allah. Berhubung lahan penanaman banyak ditumbuhi rerumputan dan ilalang, maka perlu dirapihkan dengan menggunakan mesin pemotong rumput.

Tak ketinggalan, di tempat lain para pelajar sekolah menegah pertama Tapin Selatan pun melakukan hal yang serupa, area Ekowisata Bekantan desa Lokbuntar Kecamatan Tapin Selatan, oleh para pelajar tersebut ditanami dengan pepohonan. Kegiatan positif itu dilakukan hari Selasa 10 Januari 2017 lalu. Sebagaimana yang dimediakan oleh portal berita antarakalsel.com, aksi menanam tersebut adalah hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tapin, PT. ANTANG dan Komunitas Jurnalis Pena Hijau, Rantau.

Pembaca yang budiman, dua kejadian di atas merupakan bentuk kegiatan positif yang patut kita contoh, karena di dalam ajaran islam kegiatan menghijaukan bumi atau dengan istilah lain dinamakan aksi ‘go green’, sejatinya adalah salah satu amalan mulia yang telah dituntunkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sabdanya,

《إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَ فِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيْلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لاَ تَقُوْمَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا》

Artinya: “Jika hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit pohon kurma, maka jika dia mampu untuk menanamnya sebelum terjadi kiamat, hendaklah dia menanamnya.”

(HR. Ahmad dan Bukhari di kitab Al-Adab Al-Mufrad no. 479).

Pada hadits di atas Rasulullah dengan jelas menghasung umatnya untuk melakukan kegiatan tanam-menanam. Bahkan disebutkan, jika hari kiamat akan terjadi dan ada seorang yang masih sempat untuk menanam tanaman, hendaknya dia purnakan proses menanamnya.

Agar Aksi Menghijaukan Bumi Bernilai Ibadah

Pembaca yang budiman, dalam melakukan kegiatan menanam untuk menghijaukan bumi ini hendaknya tidak sampai lupa untuk meniatkan hati dengan keikhlasan dan menggandengkan sikap mutaba’ah (mengikuti sunnah nabi), agar aksi penghijauan yang dijalani tidak menjadi sekedar aktifitas biasa, tapi bisa mempunyai nilai ibadah di sisi Allah kelak, insya Allah.

Ingatlah, bahwa segala amalan tergantung niatnya sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّة

“Amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) (Ulungtoto)

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *