Beranda / Tips / Hobi dan Perjalanan / Aktifitas Luar Ruang: Perencanaan Perjalanan

Aktifitas Luar Ruang: Perencanaan Perjalanan

Jendelainfo.com – Aktivitas luar ruang tidak terlepas dari kegiatan perjalanan. Baik itu menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki.

Kegiatan perjalanan ini tentunya memiliki faktor bahaya, baik subjektif maupun objektif, dan ketidakpastian (unpredictable) yang tinggi sesuai dengan tingkatan perjalanan yang akan dilakukan. Keberadaan kemungkinan tersebut bukan berarti bahwa kegiatan perjalanan, apalagi di alam bebas tidak layak untuk dilakukan. Kenapa, adakalanya kita tidak dapat menghindar dari melakukannya karena suatu hal yang menjadi suatu keharusan semisal karena tuntutan pekerjaan.

Resiko dalam perjalanan dapat diminimalisir, bahkan untuk beberapa hal dieliminir, dengan menerapkan pengelolaan perjalanan yang baik.

Salah satu hal yang menjadi dasar penting dalam pengelolaan perjalanan adalah perencanaan perjalanan.

Perencanaan perjalanan adalah proses merencanakan seluruh tahapan dalam rangkaian kegiatan perjalanan, dimulai dari tahap persiapan hingga tahap paska-kegiatan perjalanan. Artinya pada perencanaan perjalanan hal-hal yang direncanakan tidak hanya meliputi kapan akan melakukan perjalanan ataupun ke mana akan melakukan perjalanan. Namun, persiapan yang dilakukan juga meliputi peralatan dan perbekalan apa saja yang harus disiapkan, kemampuan fisik dan teknis apa saja yang harus dilatih, cek and ricek kendaraan dan semua yang terkait dengan kelengkapan pendukungnya. Bahkan juga termasuk pada apa yang akan dilakukan sesudah melakukan perjalanan, seperti mengalokasikan waktu pemulihan (recovery) fisik sepulang perjalanan, cek kondisi kendaraan setelah perjalanan, kapan dijadwalkan untuk menyelesaikan laporan perjalanan, dan sebagainya.

Hal ini berarti bahwa seluruh tahapan dalam rangkaian kegiatan perjalanan harus dapat dibedah dan dijabarkan dalam skema terencana yang dapat dilaksanakan agar tujuan dari kegiatan perjalanan dapat tercapai.

Pada sistem perencanaan perjalanan yang sistematis dan terstruktur, resiko-resiko dari kegiatan perjalanan yang disebabkan oleh faktor bahaya dan ketidakpastian dapat dilihat serta diukur secara spesifik untuk kemudian dicarikan solusi serta rencana cadangan yang terbaik.

Hal penting yang perlu untuk tetap diingat adalah bahwa kegiatan perjalanan yang baik adalah kegiatan perjalanan yang terencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *