Beranda / Ilmu / Antara Ahok, NU-Banser dan Kaum Bumi Datar

Antara Ahok, NU-Banser dan Kaum Bumi Datar

Jendelainfo.com – Memperhatikan tingkah laku para pemikir liberal di dunia maya terkait situasi organisasi NU saat ini, membuat saya tersenyum. Terutama ketika perkataan mereka tentang kaum Bumi Datar.

Bagaimana tidak, seringkali ucapan mereka hanya dibangun di atas hawa nafsu. Ucapan itu sebenarnya tidak akan menyakiti siapapun kecuali diri mereka sendiri, atas ijin Allah. Alhamdulillah. Saya angkat satu hal, ketika mengaitkan antara Ahok, keanggotaan NU dan “kaum Bumi Datar”. Entah diarahkan kemana sesungguhnya tulisan tersebut, saya hanya dapat menduga-duga. Meskipun dalam hal ini saya sebenarnya tidak peduli.

Bagi saya, menanggapi kekonyolan mereka hanya akan membuat saya memikirkannya. Lantas kenapa saya tulis ini? Tidak lain adalah saya tertarik dengan istilah “kaum Bumi Datar”.

Saya coba buka-buka, dan baca-baca literatur Islam. Sebuah langkah yang harus saya lakukan sebagai seorang Muslim bila ingin mendapatkan kebenaran.

Alhamdulillah saya menemukan sebuah rujukan yang saya pikir, seandainya hal ini juga mereka ketahui, maka akan dilemparkan ke belakang punggung-punggung mereka.

Pendapat tentang bahwa Bumi itu datar maupun bulat, sebenarnya tidak saling bertentangan.

Secara sederhana, bumi itu bulat dilihat dari ketinggian sebagaimana kenyataannya dan datar ketika dilihat dari permukaan yang dekat. Dan ini semua berdasarkan dalil. Tertarik? Semoga Allah berikan kesempatan kepada saya untuk bisa menulisnya.

Lantas bagaimana dengan Ahok dan NU? Saya katakan lagi, saya tidak perduli. Tidak berpengaruh apa-apa buat saya. Saya bukan warga Jakarta. Saya Muslim tapi bukan anggota NU. Kalau anda paksakan untuk menanyakan pendapat saya, mudah saja saya katakan bahwa, “Mungkin saja, saat ini NU sudah bukan lagi organisasi Islam. Mungkin sudah sejak lama… Wallahu a’lam.”

Namun satu pelajaran penting yang perlu dicermati. Bahwa ambisi manusia, ternyata membuat dia bisa melakukan segala hal. Tak peduli baik atau buruk. Celaan, olok-olok, dan sebagainya bisa dia lalukan. Walaupun beragam upaya dan berjuta kata manis digunakan untuk menampik atau memoles perbuatan tak bermartabat tersebut.

Ahok tetaplah Ahok, dia bukan muslim. Statusnya yang sudah dinyatakan sebagai NU, atau santri kehormatan, atau pun sunan, tetaplah itu belum mengubah statusnya sebagai non-muslim.

Link : Mengejutkan, Ahok Jadi Warga NU. Apakah Ahok Sudah Islam?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *