Beranda / Ilmu / Apakah Al-Quran Boleh Diingkari? Baca Penjelasannya

Apakah Al-Quran Boleh Diingkari? Baca Penjelasannya

Umat Islam di negara Indonesia saat ini mengalami banyak tantangan dan cobaan. Di antara yang paling akhir – dan masih hangat hingga kini – adalah cobaan adanya kasus penistaan agama dan Al-Quran oleh seorang Kristen yang dikenal dengan panggilan Ahok. Tentu setiap muslim dengan keimanannya tidak akan rela ketika agama dan kitabnya dinistakan.

Namun yang lebih memprihatinkan, ketika kata-kata tak senonoh terhadap Al-Quran justru muncul dari seorang muslim, bahkan dari orang yang ditokohkan. Seakan tak percaya, namun demikianlah faktanya.

Buya Syafi’i Ma’arif mengatakan bahwa Alquran membebaskan orang untuk percaya atau mengingkari firman Allah itu.

Kalau umat islam takut berbeda pendapat, kata dia, atau takut masuk dalam kontroversi, ia menyarankan untuk menjadi fosil saja. “Alquran adalah satu-satunya kitab pada masa itu yang membebaskan audiensnya untuk mengingkarinya dan bahkan menantang mereka untuk menandinginya.,” tegas Buya Syafii pada diskusi buku karya Fazlur Rahman yang digelar oleh penerbit Mizan bekerjasama dengan Laboratorium Studi al-Qur’an dan Hadis UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta kemarin (23/3).

Ya Allah … betapa sedih hamba-Mu mendengar kata-kata di atas. Sungguh tak menduga, bagaimana kata-kata di atas bisa terlontar dari seorang yang ditokohkan. Setiap muslim pasti akan mengingkari kata-kata tersebut.
Kata-kata yang menunjukkan penentangan kepada Allah. Apa jadinya jika tokoh-tokoh umat ini justru berani menantang murka Allah??
وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَن شَاءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا (29)

Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman)silakan ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) silakan ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Al-Kahfi : 29)

Firman Allah, (artinya) : “maka barangsiapa yang ingin (beriman)silakan ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) silakan ia kafir.”

Bukan maknanya bahwa Alquran membebaskan orang untuk percaya atau mengingkari firman Allah itu. Namun itu adalah sebuah bentuk ancaman. Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh para ulama ahli tafsir dalam kitab-kitab tafsir. Oleh karena itu lanjutan ayat tersebut, “Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”

Yakni itulah ancaman bagi orang-orang yang tidak mau beriman.

Berpikir liberal dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sangat berbahaya, bisa menghancurkan sendi-sendi agama Islam yang paling dasar. Di samping bisa membuka jalan bagi musuh-musuh Islam untuk menghinjak-injak agama Islam.

Ya Allah, lindungilah kami dari bahaya liberalisme dan orang-orang liberal.

Baca Juga

Hikmah di Balik Teguran Keras Kemenag Terhadap Kesalahan Cetak Al-Qur’an

Jendelainfo.com – Kementerian Agama memberikan teguran keras pihak penerbit Al Quran terkait kekeliruan penempatan halaman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *