Beranda / Fokus / AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG TAQIYYAH

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG TAQIYYAH

aqidah rafidhah tentang taqiyyah

Pada artikel berikut ini kita akan membahas aqidah rafidhah tentang taqiyyah. Yang sebelumnya telah diawali dengan beberapa penjelasan dari kesesatan Syiah Rafidhah seperti :

  1. KESESATAN AKIDAH BADA’ YANG DIYAKINI RAFIDHAH
  2. KESESATAN AKIDAH RAFIDHAH TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH
  3. KESESATAN AKIDAH RAFIDHAH TENTANG AL-QUR’AN
  4. AKIDAH RAFIDHAH TENTANG PARA SAHABAT
  5. SYIAH RAFIDHAH DAN YAHUDI SETALI TIGA UANG
  6. KESESATAN AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG IMAM-IMAM MEREKA
  7. KESESATAN AQIDAH RAJ’AH SYIAH RAFIDHAH

Taqiyyah didefinisikan oleh salah seorang tokoh kontemporer Syiah dengan :

Suatu ucapan atau perbuatan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan keyakinan, untuk menghindari bahaya yang mengancam jiwa, harta atau untuk menjaga kehormatan Anda. [1]

Bahkan orang-orang Syiah beranggapan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya, yaitu ketika tokoh kaum munafiqin yang bernama Abdullah bin Ubay bin Salul meninggal dunia. Dimana beliau datang untuk menshalatinya,

Maka Umar berkata kepada Beliau: “Bukankah Allah telah melarangmu untuk melakukan hal itu?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab “Celakalah engkau, tahukah engkau apa yang aku baca? Sesungguhnya aku mengucapkan : Ya Allah, isilah mulutnya dengan api dan penuhilah kuburannya dengan api dan masukkanlah dia ke dalam api.” [2]

Peringatan

Peringatan

Dengan demikian jelas terlihat, bagaimana mereka menisbatkan kedustaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.  Apakah masuk akal jika para sahabat memandangnya dengan penuh kasihan sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknatnya..!?

Al-Kulaini menukil dalam bukunya Ushulul Kaafi bahwa Abu Abdillah berkata :

Hai Abu Umar, sesungguhnya sembilan puluh persen dari agama ini adalah taqiyyah, tidak ada agama bagi orang yang tidak bertaqiyyah. Dan taqiyyah boleh dilakukan dalam segala hal kecuali dalam urusan nabidz (air perasan anggur sebelum menjadi khamr) dan tidak bolehnya mengusap dua khuf.

Dinukil juga oleh Al-Kulaini dari Abu Abdillah:

Jagalah agama kalian tutupi dengan taqiyyah, tidak dianggap beriman seseorang yang tidak bertaqiyyah.[3]

Bahkan mereka sampai membolehkan bersumpah dengan selain Allah dengan alasan untuk taqiyyah. (Semoga Allah melindungi kita dari yang demikian).

Al-Hurr Al-‘Amili dalam bukunya Wasa’ilus Syi’ah meriwayatkan dari Ibnu Bukair, dari Zurarah dari Abu Ja’far:

 Aku (Zurarah) bertanya padanya (Abu Ja’far): “Sesungguhnya bila kita melewati mereka maka mereka akan memaksa kita untuk bersumpah berkaitan dengan harta kita padahal kita sudah menunaikan zakatnya.” Maka dia menjawab : “Wahai Zurarah, jika kamu takut maka bersumpahlah sesuai dengan yang mereka inginkan.” Aku bertanya lagi : “Aku menjadi penebus untukmu, Aku boleh bersumpah demi talak dan demi memerdekakan budak?” Dia menjawab : “Ya, demi apapun yang mereka inginkan.”

Dan diriwayatkan dari Sama’ah, dari Abu Abdillah ‘alaihissalam bekata :

Bila seseorang bersumpah karena taqiyyah maka ini tidak mengapa bila dia dipaksa dan harus melakukannnya. [4]

Peringatan

Peringatan

Syiah Rafidhah  mengatakan bahwa taqiyyah adalah merupakan kewajiban. Ajaran Syiah tidak akan tegak tanpa taqiyyah. Mereka menyampaikan dasar-dasar taqiyyah dengan terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Mereka bermuamalah dengan taqiyyah. Khususnya ketika mereka dalam kondisi yang membahayakan. Karena itu, maka kita harus waspada dari bahaya Syiah Rafidhah ini.
[1]  Muhammad Jawad Mughniyah, Asy-Syi'ah fi Mizan, 47
[2] Furu'ul Kaafi Kitabul Janaaiz, 188
[3] Ushulul Kaafi, 482 - 483
[4] Al-HUrr Al-Amilliy, Wasaailus Syi'ah, 16/136, 137

Baca Juga

nikah mut'ah

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG NIKAH MUT’AH DAN KEUTAMAANNYA

Nikah Mut’ah adalah nikah kontrak dalam waktu tertentu. Jika sudah habis masanya maka terputuslah ikatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *