Beranda / Ilmu / ARTI SABAR DALAM ISLAM

ARTI SABAR DALAM ISLAM

Sabar Dalam Islam – Di mana ada kehidupan pasti di situ ada ujian dan cobaan. Begitulah ringkasan tentang sketsa kehidupan dunia yang fana ini. Allah Subhanahu wata’ala menjadikannya sebagai medan tempaan (darul ibtila’), untuk menguji kualitas kesabaran dan penghambaan segenap hamba-Nya.

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahumallah berkata:

Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menguji hamba-Nya yang beriman tidak untuk membinasakannya, tetapi untuk menguji sejauh manakah kesabaran dan penghambaannya.

Sebab, sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala wajib diibadahi dalam kondisi sulit dan dalam hal-hal yang tidak disukai (oleh jiwa), sebagaimana pula Dia Subhanahu wata’ala wajib diibadahi dalam hal-hal yang disukai.

Kebanyakan orang siap mempersembahkan penghambaannya kepada Allah Subhanahu wata’ala dalam hal-hal yang disukainya. Karena itu, perhatikanlah penghambaan kepada-Nya dalam hal-hal yang tak disukai. Sebab, di situlah letak perbedaan yang membedakan kualitas para hamba. Kedudukan mereka di sisi Allah Subhanahu wata’ala pun sangat bergantung pada perbedaan kualitas tersebut.” (al-Wabil ash-Shayyib, hlm. 5)

Semua para hamba akan diuji termasuk para Nabi dan Rasul. Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, beliau adalah ayah para nabi setelahnya (abulanbiya’). Beliau benar-benar diberi ujian dan cobaan yang sangat besar. Hampir sepanjang hidupnya dipenuhi oleh ujian dan cobaan yang sangat berat. Namun, beliau dapat menjalaninya dengan penuh kesabaran. Allah Subhanahu wata’ala  berfirman,

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji oleh Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.’ Ibrahim berkata, ‘(Dan saya mohon juga) dari keturunanku.’ Allah berfirman, ‘Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim’.” (al-Baqarah: 124)

Dalam kehidupan beragama, dakwah tauhid yang beliau lakukan ditentang keras oleh ayah beliau sendiri. Tak luput pula penentangan dari kaumnya yang didukung oleh sang raja, penguasa saat itu. Terjadilah kesepakatan mereka untuk membakar beliau hidup-hidup dengan tumpukan kayu bakar yang menggunung. Beliau ditangkap dan digiring oleh massa menuju tumpukan kayu bakar yang tengah menyala-nyala. Beliau tetap tegar dan bersabar atas semua itu hingga dilemparkanlah tubuh beliau ke dalam kobaran api yang sangat dahsyat itu. Demikianlah kesabaran beliau. Lalu apa makna sabar ? 

‏Makna Sabar dalam Islam

Secara bahasa, makna sabar adalah menahan. Adapun secara syar’i, sabar bermakna menahan diri dalam tiga perkara:

  1. Ketika menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala dengan selalu mengerjakan segala perintah-Nya.
  2. Dari bermaksiat kepada Allah. Yaitu dengan selalu menahan diri dari segala yang dilarang oleh Allah Subhanahu wata’ala.
  3. Ketika menghadapi musibah yang Allah takdirkan, yaitu dengan menahan diri untuk tidak murka atau menggerutu terhadap musibah yang menimpa baik dengan lisan maupun dengan perbuatan, diiringi sikap ikhlas dan ridha terhadap takdir yang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wata’ala

Adapun hakikat sabar itu sendiri adalah sebuah budi pekerti luhur yang dapat menahan seseorang dari perbuatan yang tidak baik. Sabar termasuk salah satu dari kekuatan batin (psikis) yang dapat menstabilkan jiwa seseorang sehingga menjadi baik dan lurus. (Uddatush Shabirin, hlm. 11)

Kandungan Makna Sabar dalam Islam

Di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, sabar disebutkan dalam beberapa bentuk lafadz yang mempunyai kandungan makna berbeda-beda;

  1. Shabr ( صَبْرٌ ): kesabaran yang dilakukan dengan mudah.
  2. Tashabbur ( تَصَبُّرٌ ): kesabaran yang dilakukan dengan upaya dan perjuangan.
  3. Ishthibar ( اِصْطِبَارٌ ): puncak dari tashabbur ( تَصَبُّرٌ ). Maksudnya, puncak dari kesabaran yang dilakukan dengan upaya dan perjuangan.
  4. Mushabarah ( مُصَابَرَةٌ ): kesabaran yang dilakukan di medan laga saat berhadapan dengan musuh. (Lihat Uddatush Shabirin, hlm. 15—16)

Semoga Allah Ta’ala memberi taufiq kepada kita dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang sabar. Amiin.

Baca Juga

menumbuhkan rasa cinta

Indahnya, Saling Memberi Dapat Menumbuhkan Rasa Cinta

Jendelainfo.com – Islam telah mengatur semuanya. Bahkan mengatur bagaimana menumbuhkan rasa cinta terhadap saudaranya. Rasulullah shallallahu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *