Beranda / Fokus Liberalisme / BAHAYA AGAMA WARISAN NYA AFI NIHAYA FARADISA

BAHAYA AGAMA WARISAN NYA AFI NIHAYA FARADISA

BAHAYA AGAMA “WARISAN” NYA AFI NIHAYA FARADISA

agama warisan

Agama Warisan – Masih seputar plagiarismenya Afi Nihaya Faradisa. Dengan melihat “karya tulis” nya yang berjudul warisan, didalamnya terdapat beberapa perkara yang membahayakan keyakinan seorang muslim.

Sepintas lalu, tulisan Afi tentang agama warisan yang viral di media sosial, nyatanya tidak bisa dianggap ringan.

Sambutan dan undangan dari berbagai kalangan dan media, mengindikasikan adanya pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia.

Terlepas dari karya tulisnya yang sejatinya adalah jiplakan, disana tersirat keyakinan seorang Afi.

Adalah keharusan seorang muslim yang tidak bisa ditawar lagi, bahwa kebenaran tidaklah berbilang. Kebenaran itu hanya satu, yaitu agama di sisi Allah adalah agam Islam.

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam”. ( Ali ‘Imran : 19)

Namun dengan tulisan warisan nya Afi Nihaya ini, kebenaran dibuat bias dan tidak jelas.

“Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak”.

Tidak samar lagi, dari pernyataanya diatas, adanya ketidakmantapan pada keyakinan Afi.

Padahal Allah sendiri yang mempertegas dan memberikan ancaman yang keras bagi orang yang mencari agama selain agama Islam.

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ ۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi”(Ali ‘Imran : 85)

Maka inilah keyakinan kaum muslimin, dengan keyakinan yang mantap dan kokoh seperti inilah yang menyebabkan kaum muslimin mendapatkan kedudukan dan tidak bisa disamakan dengan keyakinan-keyakinan lainnya.

Kemudian dengan agama warisan nya Afi pula, dia berusaha memberikan gambaran bahwa perkara agama seseorang bukanlah perkara yang penting.

Maka hal ini merupakan perkara yang membahayakan akidah kaum muslimin. Apalagi jiplakannya ini tersebar luas dan masuk di tengah-tengah kaum muslimin.

 

BACA JUGA :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *