Beranda / Ilmu / Bahaya Ibadah Kepada Patung dan Jenis Berhala Lainnya di Indonesia

Bahaya Ibadah Kepada Patung dan Jenis Berhala Lainnya di Indonesia

Jendelainfo.com – Segala sesuatu selain Allah adalah makhluk. Menujukan ibadah kepada selain-Nya, berarti menujukan ibadah kepada makhluk. Berarti menyembah berhala. Kita perlu tahu bahaya ibadah kepada patung, dan jenis berhala lainnya.

Ibadah

Secara bahasa, arti ibadah adalah ketundukan dan kerendahan.

Adapun terminologi syariat,

ibadah adalah segala bentuk ketaatan kepada Allah, baik berupa ucapan maupun perbuatan yang dicintai dan diridhoi-Nya.

Inilah hakekat ibadah. Ibadah hanya boleh ditujukan kepada sang pencipta jagat raya ini, yaitu Allah Ta’ala satu-satunya. Tidak boleh ditujukan kepada selain-Nya, siapapun dan apapun.

Contoh Patung Berhala di Indonesia

Museum Pusaka Nias, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, yang terletak di Jalan Yos Sudarso Nomor 134 A masih menyimpan, merawat, dan menjaga 6.000 koleksi patung.

Salah satu patung yang pada zaman dulu diyakini sebagai pembersih dosa oleh para pemburu kepala manusia dinamakan Patung Siraha Horo atau Patung Pembersih Dosa.

Patung Siraha Horo digunakan pada saat sebelum berburu kepala manusia. Para pemburu melakukan ibadah kepada patung ini untuk meminta perlindungan, keselamatan dan rezeki, agar mendapatkan hasil berlimpah.

Sesembahan Tidak Hanya Berupa Patung

Sebagian orang barangkali beranggapan kalau sesembahan itu terbatas pada patung dan berhala, sehingga praktek ibadah kepada sesembahan selain Allah hanyalah dimaknakan bagi mereka yang menyembah patung atau berhala. Cara pandang seperti ini adalah keliru, sebab Allah telah berfirman dalam Al Qur`an mengisahkan ucapan Nabi Ibrahim kepada kaumnya (yang artinya) :

“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah autsaan (berhala), dan kamu membuat dusta.” (QS Al Ankabuut: 17).

Karena itu, siapapun orangnya yang berdo’a dan meminta pertolongan dalam mengatasi problema hidup kepada selain Allah -dalam perkara-perkara yang tidak dimampui oleh seorang pun dari makhluk dan menjadi kekhususan kekuasaan Allah-, maka dia telah terjerumus dalam praktek ibadah kepada selain Allah, dia telah beribadah kepada berhala. Walaupun yang disembah itu tidak nyata-nyata berupa patung.

Kehancuran, siksa, kebinasaan, dan keguncangan serta berbagai macam malapetaka yang telah melibas orang-orang dulu. Disebabkan karena ulah perbuatannya yang menyimpang.

Hal ini akan kembali dirasakan episodenya pada umat ini jika kita melakukan tindakan-tindakan yang sama seperti mereka

Orang-orang sebelum kita, tak sedikit dari mereka disiksa dan dibinasakan karena melakukan praktek ibadah kepada selain Allah, berhala atau patung. Maka kita pun perlu khawatir akan mengalami nasib yang sama jika melakukan hal yang sama. Nauzubillah mindzalik.

 

Baca Juga :

  1.  Hanya Kepada Allah, Kita Beribadah

  2. Heran, Begini Cara Berpikir GP Anshor

  3. Awas Bahaya! Ternyata Masjid Perahu Di Semarang, Masjidnya Syiah!

 

Baca Juga

taqwa

Ingin Amal Ibadah Anda Diterima? Lakukanlah 2 Hal Ini

Jendelainfo.com – Setiap Hamba tentu mengingingkan ibadahnya diterima di sisi Allah ta’ala. Namun Apakah setiap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *