Beranda / Warta / Begini Antisipasi Amerika dan Inggris Terhadap Potensi Ancaman Bom di Pesawat

Begini Antisipasi Amerika dan Inggris Terhadap Potensi Ancaman Bom di Pesawat

Jendelainfo.com -Teroris tidak pernah tidur dalam menebar ancamannya terhadap ketenangan masyarakat. Potensi ancaman bom akan selalu ada selama mereka belum diberantas. Yang terbaru, muncul laporan bahwa kelompok-kelompok militan akan menyelundupkan bahan peledak di dalam gadget yang lebih besar dari ponsel.

Merespon hal tersebut, pemerintah Amerika Serikat berencana melarang para penumpang beberapa maskapai asing dengan destinasi AS membawa perangkat elektronik besar ke kabin pesawat. Langkah ini untuk manjawab ancaman terorisme yang tidak disebutkan, kata para pejabat AS kepada Reuters.

Aturan baru ini akan segera diumumkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri, sedangkan alasannya pemerintah AS telah menanggapi sebuah potensi ancaman baru beberapa minggu lalu.

Inggris menyusul langkah Amerika Serikat mengeluarkan aturan tidak boleh membawa barang-barang elektronik ke dalam kabin pesawat. Larangan ini diterapkan kepada beberapa bandara di Timur Tengah dan Afrika Utara, demi menangkal ancaman jenis terorisme baru.

Sebelumnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan penumpang pesawat tujuan AS dari beberapa bandara di Timur Tengah dan Afrika Utara dilarang membawa benda elektronik yang lebih besar dari ponsel, ke dalam kabin pesawat, sehingga benda-benda seperti tablet, DVD player, laptop dan kamera harus di luar kabin sehingga harus melewati pemeriksaan bandara.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan negaranya akan menerapkan larangan serupa dengan AS untuk penerbangan-penerbangan yang berasal dari enam negara Timur Tengah. Larangan ini mulai diterapkan 25 Maret nanti.

Baca Juga

bom

DITEMUKAN BUKU HARIAN AGUS WIGUNA, PELAKU TEROR BOM PANCI KOTA BANDUNG

Jendelainfo.com – Masih terkait dengan perakit bom panci di salah satu rumah kontrakan daerah Buah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *