Beranda / Warta / Beginilah Cara Mereka Memojokkan Islam

Beginilah Cara Mereka Memojokkan Islam

Jendelainfo.com – Berbagai berita di media massa, yang kecil maupun besar, yang nasional maupun global, terkait terorisme selalu mengarah dan menyudutkan agama tertentu. Padahal, fakta menunjukkan bahwa terorisme tidak hanya terjadi dan dilakukan oleh sekelompok penganut agama tertentu. Terlebih lagi agama Islam yang selama ini menjadi korban stigma buruk tersebut, kalau ditelaah secara sungguh-sungguh ajarannya penuh dengan kedamaian dan perlawanan terhadap upaya serta tindakan radikal.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut adalah sedikit di antara hal tersebut,

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh (melakukan sesuatu) yang berbahaya dan menimbulkan bahaya (bagi orang lain).” (HR. Ibnu Majah).

Gerakan radikalisme seringkali membidik sebuah bangunan opini yang mengarah kepada keyakinan agama tertentu, dalam hal ini mereka memojokkan Islam. Hal tesebut jelas merupakan sebuah ketidakadilan karena tidak objektif dalam menilai dan memandang.

“Perlu disampaikan, radikalisme sejatinya tidak hanya menjadi identik agama tertentu saja, hampir semua (penganut) agama mempunyai sifat sikap radikal,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni dan Budaya Islam saat menyampaikan ceramahnya di Diskusi Publik tentang Deradikalisasi Paham Keagamaan di Indonesia yang diselenggarakan Himapol FISIF UMJ, Rabu (22/3).

Hanya saja, beliau mengatakan, bangunan opini tentang radikalisme seolah-olah hanya Islam yang mempunyai sikap radikal. Kata dia, belum lama ini ada berita menyedihkan. Agama yang katanya menabur kasih sayang, tapi malah membantai anak-anak Muslim. “Jadi, jangan memaknai seolah-olah radikalisme hanya ada pada umat Islam saja,” ujarnya.

Lebih lanjut beliau menerangkan, deradikalisasi merupakan suatu keniscayaan. Bahkan dalam perspektif agama, deradikalisasi merupakan suatu kewajiban. Seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali siapa pun juga harus ikut mengantisipasi pemikiran-pemikiran radikal. “Mengantisipasi pemikiran radikal ini merupakan kewajiban kita bersama,” tegasnya.

Ditegaskannya, radikalisme adalah segala ide, pola pikir, tindakan dan gerakan untuk mencapai tujuan dengan cara kekerasan. Jadi, kata dia, bila radikalisme berupa ide, pola pikir, tindakan dan gerakan, maka siapa pun bisa menjadi radikal. Hanya saja radikalisme selalu dimaknai berkaitan dengan kelompok-kelompok tertentu saja.

“Faktanya, radikalisme akan selalu ada di tengah-tengah kehidupan. Ini karena radikalisme merupakan sebuah pemikiran, ide, tindakan dan gerakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, radikalisme juga akan hadir di tengah-tengah ketidakbenaran dan ketidakadilan. Terutama ketika ketidakbenaran menyebar dan terjadi ketidakadilan sosial dan politik.

Dalam tataran internasional, beberapa negara Islam sangat kuat komitmennya dalam memerangi terorisme. Termasuk MoU antara Indonesia dengan Arab Saudi adalah kesepahaman dalam pemberantasan terorisme dan radikalisme.

(Baca: Apresiasi Pemerintah Arab Saudi Terhadap Penanggulangan Terorisme di Indonesia)

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *