Beranda / Warta / Belajar dari Gempa Tasikmalaya

Belajar dari Gempa Tasikmalaya

Jendelainfo.com – Tasikmalaya, sebuah kota indah yang layak menjadi tujuan wisata. Sang mutiara dari priangan timur ini adalah salah satu kota andalan wisata di Jawa Barat, namun kota yang di berjuluk Dehli Van Java ini, kini tengah mendapat musibah gempa Tasikmalaya. Terhitung sejak tahun 2017 kota Tasikmalaya hampir selalu mengalami gempa tiap bulannya.

Gempa Tasikmalaya, walaupun selama ini tidak menimbulkan tsunami, namun kecemasan akan terjadinya hal-hal ke arah sana perlu diwaspadai.

Berdasar informasi dari situs BMKG, Gempa bumi berkekuatan 5,0 skala richter (SR) terjadi di Kabupaten Tasikmalaya tanggal 5 Mei 2017 lalu dan alhamdulillah gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan informasi dari situs BMKG pula, gempa yang terjadi di hari Jumat ini terjadi pukul 05.13 WIB. Gempa ini terjadi pada titik kedalaman 12 Km.

Lokasi gempa berada di 263 Km Barat Daya dengan koordinat 9,90 LS dan 107,38 BT.

Semoga Allah memberikan kesabaran bagi muslimin di Tasikmalaya dan melindungi mereka dari bencana yang membinasakan.

Terlepas dari berbagai faktor dan sebab alam yang ada, bencana Tasikmalaya hendaknya dijadikan pelajaran bagi kita semua, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitakan kepada kita dengan firman-Nya,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُون

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat dari perbuatan tangan manusia, agar Allah rasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka (sendiri), supaya mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: 41).

Para ulama tafsir menerangkan bahwa sebab terjadinya musibah dan kerusakan alam di dunia adalah karena dosa dan telah meratanya kezhaliman yang dilakukan oleh manusia, sehingga dengan itu Allah pun memberi balasan berupa bencana-bencana kepada manusia.

Hikmah di balik diturunkan bencana antara lain supaya mereka bisa bertaubat dan kembali kepada Allah, dan ketahuilah bahaya sebesar-besarnya dosa adalah dosa kesyirikan dan kezhaliman yang terbesar adalah ketika seorang hamba mempersembahkan suatu ibadah kepada selain Allah. Oleh karenanya mari kita benahi akidah dan ibadah kita, jangan menunggu sampai azab turun dalam keadaan kita masih lalai. (UTS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *