Beranda / Ilmu / Jilbab, Benarkah Anggapan Hanya Budaya Arab?

Jilbab, Benarkah Anggapan Hanya Budaya Arab?

Jendelainfo.com – Masih saja ada yang berpendapat bahwa jilbab sekedar budaya Arab bukan bagian dari syari’at atau ajaran agama Islam. Padahal berjilbab adalah bagian dari ajaran Islam, yang Allah wajibkan bagi muslimah untuk memakainya.

Cukup banyak dalil yang menunjukkan bahwa berjilbab merupakan bagian dari ajaran Agama Islam. Berikut ini adalah beberapa dalil tentang pensyariatannya:

Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ

“…..dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka….” (QS. An-Nur: 31)

Dalam ayat yang lain Allah Subhaanahu wa ta’aala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Dan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam besabda:

لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا

“Hendaklah saudarinya memakaikan (meminjamkan) jilbab kepadanya.” (HR. Muslim)

Selain itu, perintah berjilbab tidak lantas diartikan boleh sekedar memakai sesuai dengan selera. Selera berjilbab yang diinginkan setiap pemakainnya, sesuai trend, sesuai situasi dan kondisi, tidak. Sebagaimana diantara hikmahnya, Allah telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat mereka. Dengan kata lain, menutup aurat adalah perintah Allah.

Mengenakan jilbab sebagai pakaian yang menutup aurat sebagaimana yang digariskan oleh syariat berarti menaati perintah-Nya, maka terdapat ketentuan-kententuan yang penting untuk diperhatikan. Berikut ini beberapa ketentuannya:

  1. Jilbab harus menutupi seluruh tubuh;
  2. Kain yang digunakan harus tebal, tidak tipis, dan tidak transparan;
  3. Jilbab yang dipakai bukan sebagai perhiasan sehingga menarik orang untuk melihatnya;
  4. Bentuknya harus lebar, tidak sempit/ketat, sehingga tidak memperlihatkan lekak lekuk tubuhnya.

Dari sini kita ketahui bahwa berjilbab termasuk bagian dari syariat/ajaran agama islam. Jadi salah jika ada yang mengatakan jilbab hanya budaya arab. Dan juga, beruntunglah wanita yang paham bahwa ia semakin cantik dan dihormati dengan berjilbab sesuai dengan aturan syariat; yang yakin bahwa keridhaan Rabb-nya melebihi segala-galanya; yang yakin bahwa perasaan ingin “diterima” oleh manusia tidak semestinya menggiringnya untuk melanggar perintah-Nya; yang yakin bahwa suami yang terbaik telah disiapkan untuknya karena ia menaati-Nya. (Joko)

Baca Juga

KTT Arab Islam Amerika: Iran Pelopor Terorisme

Jendelainfo.com – KTT Arab Islam Amerika membuka tabir pelopor terorisme yang mengatasnamakan Islam. Raja Salman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *