Beranda / Warta / Bentrok The Jak Mania VS Viking Kerap Terjadi Kali Ini Viking Menjadi Korban

Bentrok The Jak Mania VS Viking Kerap Terjadi Kali Ini Viking Menjadi Korban

Bentrok The Jak Mania VS Viking kerap terjadi. Kali ini Viking yang merupakan suporter bola tim Kota Bandung yang menjadi korban

Korban yang bernama Pendi Setiawan (21) tewas akibat luka tusuk pada bagian pinggang bagian kanan dan kiri serta luka bacok pada bagian belakang kepala. Kejadian ini bermula ketika korban dan teman-teman Viking-nya sedang berkumpul di rumah, tiba-tiba anak-anak muda pendukung klub Persija Jakarta, The Jak Mania yang menyerang, mereka menyerang dengan menggunakan senjata tajam.

Perkelahian yang terjadi di Desa Simpangan Kecamatan Cikarang Utara ini pun tak bisa dihindarkan, Pendi yang di sekujur tubuhnya mengalami luka-luka segera dibawa ke RS An-Nisa agar mendapat pertolongan medis. Namun karena kondisi Pendi yang parah, akhirnya dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Walaupun Pendi telah dirawat selama tiga hari, namun takdir Allah berkehendak lain, tanggal 12 April 2017 Pendi tidak terselamatkan dan meninggal dunia.

Peristiwa ini awalnya tidak terekspos hingga akhirnya keluarga korban sedirilah yang mengungkapkan ke media. Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Puji Hardi menjelaskan bahwa pelakunya kini sudah ditangkap. Para pelaku yang berjumlah tujuh orang ini berinisial AS, DN, BM, W, A, S dan ST.

“Usianya dari belasan tahun sampai 25 tahun, Kebanyakan anak SMA. Mereka mengaku anggota The Jak dan memang mencari sasaran. Melihat ada gerombolan Viking yang sedang kumpul di rumahnya, mereka datang,” ungkapnya sabtu lalu (15/4).

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, kejadian ini merupakan salah satu keprihatinan sosial di kalangan generasi kita. Dengan mudahnya mereka saling bermusuhan, bahkan nyawa seseorang sudah tak bernilai lagi ketika dihadapkan kepada suatu kefanatikan. Sungguh miris ketika ada yang berprinsip “yang bukan anggota kelompokku maka dialah musuhku’, laa haula wala quwwata illa billah.

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, mari kita simak sebuah hadits yang diceritakan oleh salah seorang shahabat nabi,

《كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى غَزَاةٍ فَكَسَعَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ فَقَالَ الأَنْصَارِىُّ يَا لَلأَنْصَارِ وَقَالَ الْمُهَاجِرِىُّ يَا لَلْمُهَاجِرِينَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ-صلى الله عليه وسلم- مَا بَالُ دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَسَعَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ. فَقَالَ دَعُوهَا فَإِنَّهَا مُنْتِنَةٌ

Artinya:
”Dahulu kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Gazah, lalu ada seorang dari kaum Muhajirin yang memukul bagian bokong seorang dari kaum Anshar (perbuatan ini di kalangan mereka teranggap suatu pelecehan, pent). Maka orang Anshar tadi pun berteriak: “Wahai orang Anshar (tolong aku).” Orang Muhajirin tersebut pun berteriak: “Wahai orang Muhajirin (tolong aku).” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seruan Jahiliyyah macam apa ini?!.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, seorang muhajirin telah memukul bokong (melecehkan) seorang dari kaum Anshar.” Beliau bersabda: “Tinggalkan hal itu, karena itu adalah hal yang buruk.” (HR. Al Bukhari).

Dalam hadits di atas rasulullah mengecam tindakan para shahabatnya yang memanggil meminta pertolongan kepada kaumnya masing-masing. Tindakan ini di hadapan rasululah merupakan kefanatikan golongan yang tercela dan dilarang oleh agama. Maka di hari-hari ini, permainan bola yang seharusnya dijadikan kegiatan olah raga yang positif, telah menjadi sumber petaka dengan ulah para suporternya. Mereka saling bermusuhan dan saling berseteru.

Oleh karenanya sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memahamkan kepada kaum muslimin bahwa kita semua adalah bersaudara dan satu iman, hendaknya kita saling merahmati dan saling menyayangi, dan yang terbaik di kalangan kita bukanlah karena klub bola atau karena klub-klub lainnya, akan tetapi sebagaimana yang
Allah subhanahu wa Ta’ala firmankan:

《إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ》

Artinya:
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa”. (QS. Al Hujarat: 13).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *