Beranda / Warta / Berlarutnya Sidang Penistaan Agama Oleh Ahok, Masyarakat Yang Rugi

Berlarutnya Sidang Penistaan Agama Oleh Ahok, Masyarakat Yang Rugi

Jendelainfo.com – Sidang kasus penistaan agama oleh Ahok yang seharusnya bersifat mudah, cepat, dan murah akhirnya menjadi lama, mahal, dan penuh sandiwara. Demikian kesan yang ditangkap dari penjelasan Dewan Pakar ICMI.

Sebagaimana diketahui kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang kurang bagus. Masyarakat dihadapkan pada gagal panen ketika cuaca tidak menentu, ribut usaha jasa transportasi, harga beberapa komoditas melambung tinggi, konflik di lingkungan industri yang kesemuanya lebih membutuhkan perhatian. Maka tersedotnya perhatian pemerintah, terganggunya aktivitas ekonomi, serta berbagai ekses negatif dari sidang Ahok yang berlarut-larut, rakyat juga yang merasakan serta menanggung akibatnya.

Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama memasuki bulan kelima. Banyak dinamika dan perdebatan di dalam dan luar persidangannya.

“Ini sidang penistaan agama terlama di negara muslim terbesar di dunia,” kata Dewan Pakar ICMI Anton Tabah Digdoyo kepada sebuah harian nasional, Rabu (29/3).

Menurut purnawirawan polisi ini, kasus tersebut mestinya mudah, cepat, dan murah sehingga tidak perlu menjadi rumit lama dan mahal seperti sekarang ini. Apalagi kasus ini sudah​ banyak yurisprudensinya sehingga hakim dalam putusannya tinggal mengikuti putusan hakim terdahulu.

Bahkan belum lama ini kata Anton tepatnya tgl 23 Maret yang lalu PN Semarang baru memvonis terdakwa penodaan​ agama Andrew Handoko yg menghina Alquran dengan vonis 28 bulan penjara hanya dengan tiga kali sidang. Ini terlihat mudah, cepat dan murah.

Semoga Allah melepaskan bangsa ini, khususnya umat Islam, dari berbagai problematika yang dialami.

Baca Juga

gubernur kristen penista

Ahok: Gubernur Kristen Penista Dibela Organisasi Kristen

Jendelainfo.com – Isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) beberapa waktu lalu mengemuka saat terjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *