Beranda / Fokus Khawarij / Bom, Teroris, dan Korban Bukan Bahan Bercanda

Bom, Teroris, dan Korban Bukan Bahan Bercanda

Jendelainfo.com – Berbagai bentuk serangan teror dilakukan oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan suku, agama, dan ras tertentu adalah perbuatan hina dan tercela. Meskipun begitu, tidak lantas hal tersebut layak dan pantas dijadikan bahan bercanda. Terlebih, ketika hal itu ditujukan kepada para teroris dan korban.

Sangat disayangkan, di tengah situasi duka masih saja terdapat sekelompok anggota masyarakat yang menjadikan isu-isu sensitif seputar bom, teroris, dan bahkan korban sebagai sesuatu untuk bahan tertawa dan ditertawakan. Sesuatu yang mudah untuk ditemukan di dunia maya.

Contoh Kasus

Usai kejadian meledaknya bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, kemarin malam, pagi ini (25/5/2017) Facebook mengaktifkan fitur Safety Check untuk penggunanya yang berada di area Jakarta.

Jika pengguna internet (netizen) berada di daerah Kampung Melayu/ Jatinegara/ Jakarta, sistem Facebook secara otomatis akan mengirimkan notifikasi ke perangkat mobile yang kurang lebih berbunyi “Ledakan di Jatinegara, beritahu teman bahwa Anda baik-baik saja.”

Ada dua tombol yang disediakan bersama notifikasi, yakni “I’m safe” atau “saya baik-baik saja” dan “Doesn’t apply” atau “saya tidak terdampak”.

Apabila memilih opsi “saya baik-baik saja”, pengguna akan dibawa ke layar lanjutan berisi aneka feed yang terkait dengan krisis dimaksud, berikut status safety dari teman-teman dalam daftar kontak yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sayang, tak semua netizen pengguna Facebook di Indonesia memakai fitur ini dengan bijak. Beberapa netizen bahkan menyalaghunakan Safety Check bom di Kampung Melayu untuk berpromosi atau menjadikannya sebagai bahan guyonan.

“Butuh sandaran hidup… butuh dicintai”, tulis seorang pengguna Facebook Indonesia sambil disertai permintaan bantuan untuk satu orang.

“Kali aja ada yang ngajak check-in”, tulis pengguna lain disertai permintaan “request shelter” yang seharusnya digunakan untuk meminta tempat perlindungan bagi korban yang benar-benar kehilangan rumah.

Bimbingan Islam dalam Bercanda

Islam tidak melarang sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh manusia sebagaimana Islam melarang hal-hal yang membahayakan dan tidak diperlukan oleh manusia. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bergaullah kamu dengan manusia (namun) agamamu jangan kamu lukai.” (Shahih Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Para Sahabat Bercanda Manakala kita membuka kembali lembaran sejarah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, kita akan mendapati bahwa beliau adalah sosok yang bijak dan ramah dalam pergaulan. Beliau bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya dan mendudukkan orang sesuai kedudukannya.

Hikmah Menahan Diri dari Banyak Bercanda

1. Banyak bercanda dapat mengeraskan hati;
2. Banyak bercanda dapat menurunkan harga diri;
3. Banyak bercanda dapat sulit menerima nasehat dan ilmu;
4. Banyak bercanda dapat terjatuh pada timbulnya perselisihan.

Baca Juga

bom

DITEMUKAN BUKU HARIAN AGUS WIGUNA, PELAKU TEROR BOM PANCI KOTA BANDUNG

Jendelainfo.com – Masih terkait dengan perakit bom panci di salah satu rumah kontrakan daerah Buah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *