Beranda / Fokus Syiah / Buruknya Perlindungan Terhadap Jiwa di Negara Syiah Iran Dan Bobroknya Kepemimpinan

Buruknya Perlindungan Terhadap Jiwa di Negara Syiah Iran Dan Bobroknya Kepemimpinan

Jendelainfo.com – Ledakan dahsyat terjadi di sebuah tambang batu bara di Iran utara, Rabu 3 Mei 2017. Menewaskan sedikitnya 21 pekerja dan membuat sejumlah lainnya terperangkap. Ini menandakan buruknya perlindungan terhadap jiwa di negara Syiah Iran, karena ini bukan kali pertama di Iran.

Juru bicara pemerintah provinsi Golestan, Ali Yazerloo, mengatakan ledakan terjadi pukul 12.45 siang waktu Iran. Sejumlah pejabat menduga ledakan dipicu akumulasi gas dari aktivitas penambangan batu bara.

Ini bukan musibah pertama dalam industri pertambangan Iran. Pada 2013, sebelas pekerja tambang tewas dalam dua insiden terpisah. Empat tahun sebelumnya, 20 pekerja tewas dalam serangkaian insiden.

Lemahnya standar keamanan dan jasa pertolongan darurat di area pertambangan Iran menjadi faktor utama penyebab insiden.

Di samping itu infrastruktur industri di Iran sudah usang. Banyak lokasi pertambangan beroperasi dengan konstruksi. Alat dan prasarana penunjang sudah tidak memadai karena para manajer tidak mau berinvestasi dalam tindakan pengamanan. Sanksi internasional telah menghalangi pengimporan peralatan baru.

Mirisnya lagi ternyata resiko yang dihadapi tidak disertai dengan bayaran yang memadai. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa para pekerja mengeluh, mereka belum dibayar selama 14 bulan. “Saya bahkan tidak memiliki 10.000 tomans,” atau sekitar $ 2,60, “untuk membawa anak saya ke dokter,” kata seorang pekerja.

Akhirnya perkara tersebut memicu para pekerja dari tambang batu bara Zemestan-Yurt di Iran utara, melakukan aksi penyerangan ke mobil presiden Iran pada hari Minggu, 7 Mei 2017. Para pekerja yang wajahnya masih hitam karena usahanya gagal untuk menyelamatkan setidaknya 35 penambang yang terjebak di beberapa poros sejak Rabu. Para pekerja itu akhirnya memblokir, menyerang dan melempari mobil yang membawa Presiden Syiah Rouhani dengan batu pada hari Minggu. Insiden itu ditunjukkan dalam klip video yang diposkan oleh kantor berita FBI semiofficial.

Peristiwa ini mengingatkan kita bagaimana sikap resmi negara Syiah Iran kala itu. Khamenei, menyerang Kerajaan Arab Saudi mengenai prosesi haji terutama mengenai insiden robohnya crane pada 2015. Saudi dianggap tidak menunjukkan tanggung jawab memadai terhadap para korban tewas dan luka-luka.

Namun kembali lihat sisi lain urusan dalam negeri negara Syiah ini. Tidak mungkin rakyat dalam keadaan terkena musibah dikunjungi oleh pemimpinnya kemudian melakukan serangan kalau tidak menunjukan kebobrokan pemimpin tersebut.

Baca Juga

Aliran Syiah

IRAN DALANG DARI TERORISME DUNIA

Jendelainfo.com – Untuk yang kesekian kalinya Menteri Luar Negeri Saudi Arabia, Kamis (6/7/2017), Adel Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *