Beranda / Ilmu / Cara Mensucikan Pakaian yang Terkena Najis Darah Haid

Cara Mensucikan Pakaian yang Terkena Najis Darah Haid

Jendelainfo.com – Pembaca yang kami hormati, najis adalah sesuatu yang kita harus menjauhinya agar tidak terkena pada badan, atau pakaian kita. Diantara hal yang termasuk kategori najis adalah darah haid, yaitu darah yang keluar dari rahim wanita yang telah balig kemudian menjadi kebiasaan pada wanita tersebut pada waktu-waktu tertentu.
Berikut diantara dalil tentang najisnya darah haid, Asma’ bintu Abu Bakr radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Seorang wanita datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, lalu berkata, ‘Baju salah seorang dari kami terkena darah haid. Apa yang harus dia lakukan terhadap baju tersebut?’ Rasulullahshalallahu ‘alaihi wassalam menjawab,

تَحُتُّهُ ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ ثُمَّ تَنْضَحُهُ ثُمَّ تُصَلِّي فِيْهِ

“Dia mengerik darah itu, kemudian menggosok bagian baju yang terkena darah itu dengan ujung jari dengan air, lalu mencucinya, kemudian shalat dengan baju tersebut.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Didalam hadits tersebut diperintah untuk membersihkan dan mensucikan darah haid yang mengenai baju hal itu menunjukkan tentang najisnya darah haid.

Dari hadits diatas juga dan hadits yang lainnya dapat diambil faedah terkait tatacara menyucikan darah haid yang terkena baju, yaitu dengan mengerik darah tersebut. Apabila darah haid telah kering, dikerik/digosok dengan ujung jari (kuku) atau kayu, atau bisa juga disikat, kemudian dicuci dengan air yang dicampur daun bidara atau dengan sabun dan yang semisalnya. Setelah itu baju tersebut dicuci seluruhnya.

Kalau setelah baju itu dicuci ternyata masih ada bekasnya, maka hal ini tidak mengapa.

Terkait permasalahan diatas ada sebuah hadits yaitu dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Dia menceritakan bahwa Khaulah bintu Yasar radhiyallahu ‘anha datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya hanya mempunyai baju satu lembar, lalu saya haid di situ. Apa yang harus saya lakukan?” Rasulullahshalallahu ‘alaihi wassalam menjawab,

إِذَا طَهُرْتِ فَاغْسِلِيْهِ ثُمَّ صَلِّي فِيْهِ

“Apabila kamu sudah suci dari haidmu, cucilah baju tersebut, kemudian shalatlah dengannya.”

Khaulah bertanya lagi, “Bagaimana jika darah tersebut tidak hilang?” Rasulullah bersabda,

يَكْفِيْكِ غُسْلُ الدَّمِ، وَلَا يَضُرُّكِ أَثَرُهُ

“Cukup bagimu mencuci darahnya, dan bekasnya tidaklah memudaratkanmu (tidak apa-apa bekasnya).”(HR. Abu Dawud).

Semoga penjelasan sederhana terkait darah haid ini bermanfaat. (JI)

Baca Juga

bejana

4 Hal Yang Perlu Diketahui Seputar Mandi Haid

Jendelainfo.com – Berikut ini adalah 4 hal yang perlu diketahui seputar mandi haid: 1. Hukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *