Beranda / Ilmu / Definisi Najis dan Jenis-jenisnya

Definisi Najis dan Jenis-jenisnya

Jendelainfo.com – Sebelum kita lebih jauh mengenal najis dan jenis-jenisnya, ada hal yang penting untuk diketahui. Kita perlu tahu sebuah kaidah yang sangat penting yaitu keadaan asal segala sesuatu adalah halal dan suci. Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا

“Dialah (Allah) yang menciptakan untuk kalian segala sesuatu yang ada di bumi.” (al-Baqarah: 29)

Artinya, hukum asal segala sesuatu halal dan suci selama tidak ada dalil khusus yang menunjukkan keharaman atau kenajisannya.

Pengertian Najis

Najis adalah sesuatu yang dianggap kotor oleh orang yang memiliki tabi’at yang selamat (baik) dan selalu menjaga diri darinya. Apabila pakaian terkena najis –seperti kotoran manusia dan kencing- maka harus dibersihkan.

Pembagian Najis

Zat dan benda najis dibagi menjadi tiga tingkatan:

  1. Ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain ASI.
  2. Berat, yaitu air liur anjing jika mengenai bejana atau wadah.
  3. Pertengahan, yaitu yang bukan jenis najis ringan dan bukan jenis najis berat, seperti air seni manusia dewasa.

Berikut ini beberapa zat atau benda yang ditunjukkan kenajisannya oleh dalil.

1. Air seni manusia

Di antara dalilnya adalah hadits yang berkisah tentang seorang badui yang kencing di masjid. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan agar dituangkan seember air ke tempat yang terkena kencing supaya suci. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

2. Kotoran manusia

Perintah untuk cebok, baik menggunakan air maupun selainnya, setelah buang air besar dan buang air kecil menunjukkan bahwa kencing dan kotoran manusia adalah najis.

3. Madzi

Madzi adalah cairan bening atau putih yang lengket, biasanya keluar ketika bergejolaknya syahwat atau keinginan untuk berhubungan badan. Terkadang madzi keluar tanpa terasa.

4. Wadi

Wadi adalah cairan putih kental, mirip dengan air mani/sperma, tetapi tidak berbau. Wadi keluar setelah kencing. Ibnu ‘Abbas rahimahullah berkata bahwa madzi dan wadi membatalkan wudhu, dan kemaluan harus dicuci karena keluarnya madzi dan wadi. (HR. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih secara mauquf dari ucapan Ibnu ‘Abbas)

5. Darah haid dan nifas

Dalilnya adalah ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam ditanya tentang darah haid yang mengenai pakaian, beliau memerintahkan agar darah tersebut dikerik (jika sudah mengering), kemudian digosok-gosok (agar lebih mudah larut dalam air), dan dituangkan/dipercikkan air ke bagian yang terkena darah tersebut. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

6. Air liur anjing

Dalilnya adalah hadits,

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

“Sucinya bejana salah seorang di antara kalian apabila dijilat oleh anjing adalah dengan cara dicuci tujuh kali dengan air, dan cucian pertama dicampur dengan tanah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

7. Bangkai

Bangkai adalah hewan yang mati tanpa disembelih dengan cara yang sesuai dengan syariat. Ada beberapa bangkai yang diperkecualikan dari hukum najis, yaitu:

  • Bangkai hewan air.
  • Bangkai manusia.
  • Bangkai hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir.

Itulah penjelasan sederhana terkait dengan najis dan macam-macam nya. (Joko)

Baca Juga

bejana

Cara Mensucikan Pakaian yang Terkena Najis Darah Haid

Jendelainfo.com – Pembaca yang kami hormati, najis adalah sesuatu yang kita harus menjauhinya agar tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *