Beranda / Warta / Demonstran di Tangerang Memprovokasi Aparat Kepolisian

Demonstran di Tangerang Memprovokasi Aparat Kepolisian

Jendelainfo.com – Demo buruh yang terjadi di Tugu Adipura, Tangerang hari Minggu (9/4) berujung pada aksi penamparan terhadap salah seorang aktivis buruh perempuan Emilia Yanti oleh Polisi.

Polisi berpakaian preman diduga menampar seorang demonstran yang merupakan aktivis buruh perempuan yang berunjuk rasa di Tugu Adipura, Tangerang, Ahad, 9 April 2017. Adegan penamparan yang dikabarkan terekam oleh kamera video tersebut dikatakan beredar lewat pesan berantai WhatsApp.

Unjuk rasa itu merupakan kegiatan yang digelar secara rutin setiap pekan selama lima tahun. Awalnya unjuk rasa ini hanya diikuti pekerja dari PT Panarub. Namun belakangan buruh PT Victory ikut bergabung.

Wanita 24 tahun yang dikatakan telah ditampar aparat tersebut bekerja di PT Panarub Industry. Dengan alasan membela hak hak buruh, “kami rutin mengadakan unjuk rasa setiap pekan selama lima tahun” tutur Kokom Komalati sebagai koordinator aksi.

Sepintas kasus penamparan oleh Polisi dinilai sebuah kekerasan yang berlebihan. Padahal apabila kita mau mengikuti bimbingan agama Islam, hal tersebut mungkin saja tidak akan terjadi.

Terkait kabar tersebut, Kapolsek Tangerang Komisaris Ewo Sumarno telah membantah adanya penamparan tersebut. “Tidak ada itu,” katanya. Namun Ewo mengakui jika polisi datang ke lokasi untuk membubarkan unjuk rasa. “Karena Wali Kota Tangerang mengeluarkan Perwal 02/2017 tentang larangan aksi di hari Sabtu dan Minggu, itu dasarnya,” kata Ewo.

Untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan unjuk rasa, tentunya akan terjadi berbagai kemungkinan. Dari mulai ucapan kotor sampai tindakan fisik.

Katakanlah yang benar atau diam itulah salah satu bimbingan Islam. Jangan marah, jangan marah, itulah ucapan nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam

Namun unjuk rasa sendiri tidak dikenal dalam Islam, sehingga kerusakan akibat unjuk rasa mesti terjadi.

Baca Juga

Bercadar

Ingin Menyuap Polisi, Malah Kena Tampar

Jendelainfo.com – Adalah Adikson, seorang warga dari Kupang Nusa Tenggara Timur, mungkin akan mengambil pelajaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *