Beranda / Ilmu / Di Balik Menawannya Mawar Jingga dan Manisnya Cokelat Valentine

Di Balik Menawannya Mawar Jingga dan Manisnya Cokelat Valentine

Jendelainfo.com – Tak seperti biasanya, menjelang pertengahan Febuari penampakkan gambar hati atau cinta tiba-tiba saja menjadi viral. Dimulai dari poster sampai ke bentuk coklat, semua kompak menampakkan bentuk serba ‘love’, ditambah dengan back ground jingga yang menawan, berbagai aksesoris kian terpampang manis. Semua dalam rangka menyemarakkan suatu ritual acara tahunan yang bertemakan kasih sayang.

Mall-mall, kafe dan tempat-tempat nongkrong disulap menjadi serba jingga nan romantis. Semua karena satu tanggal, 14 Febuari. Di tanggal ini sebagian kaum muda merayakannya dengan sebutan valentine’s day. Tidak terkecuali, dan ini sangat disesalkan, karena kurangnya ilmu dan bimbingan maka tidak sedikit dari pemuda-pemudi kaum muslimin yang turut serta merayakan.

Valentine’s day atau hari kasih sayang adalah perayaan rutin yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Walau asal muasal perayaan ini tidak ada titik temu kevalidannya, namun sebagian besar klaim yang ada, perayaan valentine’s day ini adalah dalam rangka mengenang jasa seorang pendeta nasrani yang terzhalimi. Bau syirik kaum paganis tempo doeloe dan aroma kekufuran ajaran nasrani kaum romawi kuno pun tercium kuat bersamaan dengan balutan kacaunya kebenaran sejarah perayaan ini. Terlepas dari itu, di samping peringatan valentine’s day ini tidak ada pada islam, jika dilihat dari bentuk merayakannya sangat jauh pula dari nilai-nilai ajaran islam yang mulia.

Di dalam merayakan valentine’s day seorang di-halal-kan untuk memadu kasih bersama pasangannya (baca: pacar), padahal hubungan asmara di luar pernikahan yang sah adalah haram dan masuk pada ranah zina.

Allah berfirman,

《وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا》

Artinya:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al Isra: 32)

Ayat di atas, Allah memerintahkan kita untuk menjauhi zina, dan merayakan valentine’s day termasuk pintu dari perzinaan.

Bahkan perayaan valentine’s day tidak sebatas berkasih sayang dengan pasangan lain jenis saja, hari-hari ini hubungan kasih sayang sesama jenis telah dilegalkan tuk diumbar, yang penting ‘kasih sayang’, sah-sah saja katanya. Laa haula wala quwwata illa billah.

Pembaca yang budiman, harus kita tanamkan pada diri kita bahwa semua perkara yang bukan berasal dari islam dan semua perilaku yang tidak selaras dengan ajaran islam sejatinya adalah bagai racun yang akan membinasakan peminumnya. Karena Allah dan rasul-Nya tidaklah melarang sesuatu melainkan hal itu pasti akan membahayakan bagi pelakunya sendiri.

Allah Ta’ala berfirman,

《فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ》

Artinya: “Hendaknya orang-orang yang menentang perintah rasulullah itu takut, akan datangnya musibah atau adzab besar yang menimpa mereka” (QS. An Nuur: 63).

Maka hati-hatilah, dibalik menawannya mawar jingga dan manisnya cokelat valentines, ada hitamnya petaka dan pahitnya siksa dari Allah Yang Maha Perkasa. (Ulungtoto)

Baca Juga

MUI Pusat Imbau Umat Islam tidak Merayakan Hari Valentine

Setelah MUI berbagai wilayah beserta pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota mengeluarkan larangan perayaan hari Valentine, tiba gilirannya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *