Beranda / Warta / Duka atas Kekeringan di Somalia

Duka atas Kekeringan di Somalia

Jendelainfo.com – Saat ini, hampir tiga juta orang di Somalia menghadapi kerawanan pangan. Hal ini diantaranya di sebabkan di Somalia tidak turun hujan selama 3 tahun berturut turut. Media lokal Alldhacdo melaporkan puluhan kematian terjadi di kota Awdinle, juga di wilayah Bay, akibat kolera. Penyakit ini sering mewabah karena kurangnya air minum yang bersih.

Selasa lalu, Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo, menyatakan kekeringan ini sebagai bencana nasional.
Kekeringan di Somalia disebabkan antara lain oleh fenomena cuaca El Nino yang dampaknya menerjang kawasan timur dan selatan Afrika. Kekeringan ini, selain berakibat pada kurangnya makanan juga menyebabkan banyak kasus dehidrasi. Banyak sekali hewan-hewan peliharaan mati, dan bangkai-bangkai mereka teronggok di mana-mana.

Somalia adalah satu dari empat negara yang diidentifikasi oleh PBB sebagai negara yang terancam risiko kelaparan ekstrem bersama dengan Nigeria, Sudan Selatan dan Yaman.
PBB menggunakan kelaparan ekstrem -famine- sebagai istilah teknis, yang hanya berlaku dalam keadaan yang sangat spesifik:
-Ketika 20% dari rumah tangga tidak dapat mengatasi kekurangan pangan
-Kekurangan gizi akut melebihi 30%
-Jumlah korban tewas melebihi dua orang per hari per 10.000 penduduk

Kelaparan di Somalia dilaporkan bulan lalu oleh Komite Darurat Bencana Inggris, yang mencakup 13 lembaga bantuan kemanusiaan terkemuka.
Saat bencana kelaparan melanda Somalia tahun 2010-2012, hampir 260.000 orang meninggal. Dalam bencana kelaparan sebelumnya, tahun 1992, sekitar 220.000 orang tewas.

Keluarga-keluarga berjuang keras untuk bertahan hidup. Situasi kemanusiaan dengan cepat meemburuk. Curah hujan diperkirakan akan berada dibawah rata-rata diseluruh Somalia
Harga air naik 6 kali lipat dibeberapa wilayah Somalia. Putus asa mencari bantuan warga pergi ketempat dimana bisa mendapatkan air

IOM (international organization for migration) telah memberikan bantuan air bagi lebih dari 1 juta orang. Para penyumbang bergerak dengan cepat menaikan respon terhadap masalah kekeringan

Bagaimanapun juga wilayahnya sangat besar Lebih dari 6 juta orang butuh bantuan vital kemanusiaan. Sebanyak 6,2 juta warga Somalia membutuhkan bantuan darurat Air dan makanan.

Dengan krisis kekurangan makanan di Somalia, Ibu-ibu putus asa dengan kondisi anak-anak mereka yang tumbuh lemah dan kelaparan.

Sudah lebih dari 100 orang meninggal karena kekeringan di Somalia baru-baru ini. (Sumber: Muslimdailycharity)

TAK ADA AIR, TAK ADA PENDIDIKAN

Sadia Omar telah putus sekolah akibat kekeringan di Somalia. “Aku ingin kembali bersekolah tapi sekarang terpaksa meninggalkan karena aku sebagai anak tertua dalam keluarga dan harus bekerja untuk keluarga di rumah. Aku mengambil air dan mencari rumput untuk binatang piaraan, Dan sekarang karena kekeringan harus bekerja lebih keras dan sulit” Kata sadia.

Gadis 16 tahun ini sekarang menjadi bagian dari 3 juta anak-anak yang tidak bersekolah di Somalia. Jumlah siswa di sekolah Sadia berkurang menjadi setengahnya. Banyak orang tua mengorbankan anak-anaknya untuk meninggalkan sekolah untuk bisa bertahan hidup dalam kekeringan. “Jika kekeringan terus berlanjut, anak-anak ini akan ters kehilangan pendidikan, yang juga akan berakibat bagi masa depanya dan mereka tak ingin kembali” kata Abdihakim. PBB telah memperingatkan bahwa lebih dari 100 ribu siswa terancam putus sekolah karena kekeringan.

Sedikitnya 110 orang telah meninggal karena kelaaran di wilayah Bay dalam 2 hari terakhir. Ada 363 ribu kasus anak-anak kekurangan gizi akut di Somalia. Negara ini bukan hanya berada dalam jurang kelaparan tapi juga seluruh pendidikan anak-anak dalam ancaman

Dalam krisis kekeringan Somalia, Ibu kelaparan terpaksa harus memilih anak yang mana yang akan diberi makan.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

”Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah ingin merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (ar-Rum: 41)

Di antara perbuatan tangan manusia yang dapat mendatangkan kerusakan adalah sebagaimana yang telah Rasulullah sampaikan:

مَا مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّ ابْتَلَاهُمُ اللهُ بِالسِّنِينَ

“Tidaklah suatu kaum menahan zakat, melainkan Allah Subhanahuwata’ala menurunkan bencana musim paceklik.” (HR. ath-Thabarani dari Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya)

وَلَا مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلَّا حَبَسَ اللهُ عَنْهُمُ الْقَطْرَ

“Dan tidaklah suatu kaum menahan zakat, melainkan Allah Subhanahuwata’ala menahan dari mereka turunnya hujan.” (HR. al-Hakim, Ibnu Majah, dan al-Baihaqi, dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhu)

Maka kita memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kita khususnya kaum Muslimin Somalia. Kita berharap dan berdoa semoga Allah memberikan kesabaran kepada kaum Muslimin somalia serta segera mengangkat penderitaan mereka.

Ya Allah Rabbul Arsyil Adzim berikanlah pertolonganmu kepada kaum Muslimin Somalia.

Sumber: http://www.huffingtonpost.com/entry/somalia-famine-drought_us_58c25845e4b0d1078ca5c368

Baca Juga

Alhamdulillah! Somalia Diguyur Hujan

Jendelainfo.com – Bencana kekeringan yang melanda Somalia 3 tahun terakhir ini menimbulkan dampak yang sangat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *