Beranda / Warta / Evaluasi bagi Para Pengguna Media Online

Evaluasi bagi Para Pengguna Media Online

Jendelainfo.com – Kehadiran media online patut kita syukuri. Berbagai kemudahan dalam berkomunikasi dan mencari serta mendistribusikan informasi menjadi semakin mudah. Pun kemunculan berbagai jenis dan bentuk Media Online seakan menjadi pelengkap. Ditambah lagi dengan kehadiran smartphone maka jadilah semakin membuat manusia seakan tak bisa lepas dari media online. Sesuatu yang perlu kita evaluasi.

Diantara bentuk syukur atas kenikmatan yang satu ini adalah dengan cara menggunakan berbagai media online, termasuk di dalamnya adalah media sosial, untuk berbagai hal yang positif dan bermanfaat. Menggunakannya dengan adab, sopan dan santun, sebagaimana Islam mengajarkan kebaikan dan akhlak karimah kepada setiap muslim. Jangan sampai waktu kita terbuang habis di depan internet untuk hal-hal yang tak bermanfaat, apalagi mendatangkan dosa. Juga menghindari berita bohong dan provokasi.

Perhatian Presiden

Sebagai bentuk perhatian Presiden terhadap situasi media sosial, pada Kamis (29/12) Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas membahas tentang evaluasi terhadap media sosial di Kantor Presiden, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Bapak Presiden menyebutkan bahwa saat ini ada 132 juta pengguna internet aktif di Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan 52 persen dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah pengguna internet aktif di Indonesia, sambung Presiden, 129 juta di antaranya juga aktif menggunakan media sosial.

Melihat kenyataan tersebut, Presiden pun menginstruksikan adanya tindakan tegas pada media-media fiktif yang beritanya telah menyesatkan persepsi banyak masyarakat.

“Penegakan hukum harus tegas dan keras untuk hal ini. Kita harus evaluasi media-media online yang memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif, mengandung fitnah,” ujar Jokowi, saat memimpin rapat terbatas tersebut.

Presiden Jokowi meminta ada gerakan masif yang mengedukasi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dengan cara-cara produktif. Presiden menambahkan bahwa gerakan tersebut penting untuk mengajak netizen mengampanyekan bagaimana berkomunikasi melalui media sosial yang baik, yang beretika, yang positif, dan yang produktif.

Demikianlah umat muslim hendaknya bersikap. Di tengah derasnya arus informasi media online – terutama medsos – seorang muslim hendaknya memperhatikan firman Allah Ta’ala :

{وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ } [النساء : 83]

“Apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkan (menyebarkan)nya. Kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri  di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (yakni dari Rasul dan ulil Amri).” (QS. An-Nisaa: 83)

Menurut para ulama ahli tafsir makna ayat ini ialah, ketika ada berita tentang keamanan (menyenangkan) atau ketakutan (meresahkan, mencemaskan), hendaknya masyarakat tidak serta merta ikut-ikutan menyebarluaskan berita tersebut. Namun hendaknya beritu itu disampaikan kepada Rasulullah dan ulil Amri (para ulama dan pemerintah), tentulah Rasulullah dan ulil amri yang dapat menetapkan kesimpulan (istimbat) dari berita itu.

Misalnya berita-berita yang provokatif, mencela dan menjatuhkan kewibawaan pemerintah muslim. Hendaknya kita waspada, jangan ikut-ikutan terprovokasi atau menyebarkannya.

Demikian juga hendaknya seorang muslim harus mengetahui secara pasti keabsahan berita yang dia terima. Dia harus memeriksa terlebih dahulu berita-berita yang tidak jelas sumbernya, apalagi jika nyata-nyata berasal dari sumber yang memang tidak bisa dipercaya. Demikianlah tuntunan agama Islam yang penuh keindahan dan kemuliaan ini. Sebagaimana dalam firman-Nya :

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ} [الحجرات : 6]

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujuraat: 6)

Jadi santun, teliti, jujur, dan bermartabat merupakan sikap yang mesti dimiliki oleh pengguna media online. Terlebih lagi, jika dia seorang muslim. (Ahmad)

Baca Juga

berita hoax

Berita Hoax, Siapa Menabur Angin?

Jumlah dan frekuensi penggunaan Media Online yang terus meningkat telah menimbulkan masalah tersendiri. Di antaranya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *