Beranda / Fokus Syiah / Heran, Begini Cara Berpikir GP Anshor

Heran, Begini Cara Berpikir GP Anshor

Jendelainfo.com – Mecermati sepak terjang GP Anshor akhir-akhir ini membuat kita menjadi sangat heran. Kemudian muncul pertanyaan, “Begini cara berpikir GP Anshor?”

Ya, memang sangat mengherankan. Ormas sebesar GP Anshor yang diharapkan menjadi pelopor keamanan dan ketentraman kaum muslimin dalam beribadah, kini menjadi garda terdepan menentang setiap yang menyelisihi keagamaan ormas Anshor ini yaitu NU.

GP Anshor sebuah nama indah. Nama yang diharapkan oleh pendirinya dapat diambil berkah (Tabarrukan) atas semangat perjuangan para sahabat Nabi dalam memperjuangkan dan membela serta menegakkan agama Allah (Islam). Namun alih-alih membela Islam dan muslimin, GP Anshor dengan pasukan paramiliter Bansernya, justu mempunyai andil besar dalam menghancurkan Islam dari dalam.

Kebijakan demi kebijakan yang diambil GP Anshor akhir-akhir ini banyak membuat umat Islam marah. Bahkan, banyak Kyai NU yang mengingkarinya. Misal, kebijakan menjaga gereja yang setiap tahun dilakoni. Peringatan Nyepi tahun inipun tak ketinggalan Banser menurunkan pasukannya untuk mengamankannya.

Memang Nampak indah kebijakan yang diambil GP Anshor dengan Bansernya ini, namun mari kita timbang dengan kaca mata Syariat agama Islam.

Belajar dari sejarah sebagaimana kisah berhala Dzul Khalashah, “Apa kira-kira dosa yang lebih besar dari kesyirikan?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar sebuah berita bahwa masih ada berhala bernama Dzul Khalashah yang disembah di negeri Yaman. Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

قَالَ لِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «أَلاَ تُرِيحُنِى مِنْ ذِى الْخَلَصَةِ». وَكَانَ بَيْتًا فِى خَثْعَمَ يُسَمَّى الْكَعْبَةَ الْيَمَانِيَةَ، فَانْطَلَقْتُ فِى خَمْسِينَ وَمِائَةِ فَارِسٍ مِنْ أَحْمَسَ، وَكَانُوا أَصْحَابَ خَيْلٍ، وَكُنْتُ لاَ أَثْبُتُ عَلَى الْخَيْلِ، فَضَرَبَ فِى صَدْرِى حَتَّى رَأَيْتُ أَثَرَ أَصَابِعِهِ فِى صَدْرِى، وَقَالَ «للَّهُمَّ ثَبِّتْهُ، وَاجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا». فَانْطَلَقَ إِلَيْهَا فَكَسَرَهَا وَحَرَّقَهَا، ثُمَّ بَعَثَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ رَسُولُ جَرِيرٍ وَالَّذِى بَعَثَكَ بِالْحَقّ ، مَا جِئْتُكَ حَتَّى تَرَكْتُهَا كَأَنَّهَا جَمَلٌ أَجْرَبُ. قَالَ فَبَارَكَ فِى خَيْلِ أَحْمَسَ وَرِجَالِهَا خَمْسَ مَرَّاتٍ.

“Nabi shallallahu a’laihi wa sallam berkata kepadaku, ‘Tidakkah engkau mau melegakan hatiku dari berhala Dzul Khalasah?’ Dzul Khalashah adalah sebuah rumah (ibadah) di daerah Khasy’am, dan dijuluki dengan Ka’bah Yaman. Maka aku berangkat ke sana bersama 150 pasukan berkuda dari kaum Ahmas. Mereka adalah orang-orang yang pandai menunggang kuda. Sedangkan aku kurang terampil dalam menunggang kuda. Maka Rasulullah menepuk dadaku sehingga aku melihat bekas telapak tangan beliau di dadaku. Rasulullah berkata, Ya Allah, tetapkan dia (di atas kudanya) dan jadikan dia seorang yang dapat memberi petunjuk dan diberi petunjuk. Aku pun berangkat ke sana, menghancurkan, dan membakarnya. Kemudian aku mengutus seorang utusan kepada Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam. Utusan tersebut berkata kepada Rasulullah,Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, tidaklah aku datang kemari hingga aku meninggalkannya seperti seekor unta yang terserang penyakit kulit (maksudnya, Dzul Khalashah telah dibakar). Jarir berkata (maka Nabi mendoakan), semoga Allah memberkahi kuda-kuda Ahmas dan pasukannya, sebanyak lima kali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihatlah sikap yang dilakukan nabi ketika mendengar kesyirikan! Lalu bandingkan dengan kebijakan GP Anshor diatas, bagaikan bumi dan langit.

GP Anshor dengan dadanya menjadi PELINDUNG ritual kesyirikan yang dilakukan kaum kafir sedangkan nabi dengan para sahabatnya bertaruh nyawa MEMERANGI kesyirikan.

Cara Berpikir GP Anshor

Fakta-fakta seputar banser ini memang menarik untuk dibahas. Mengingat GP Anshor adalah anak turunan dari NU, yang mana pada kenyataannya NU yang pada zaman orde lama pernah berafiliasi dengan kalangan komunis dan nasionalis sekuler dalam wadah NASAKOM.

Pada akhirnya, menjadi sangat wajar cara berpikir GP Anshor di atas. Karena tampuk kepemimpinan NU yang sekarang pada posisi strategis diisi semisal Said Aqil Siradj, Masdar F Mas’udi, Nasaruddin Umar, Musthofa Bisri.

Mereka adalah tokoh-tokoh liberalis papan atas. Mereka siap mengibarkan tinggi-tinggi panji liberalisme, pluralisme, dan sekulerisme agama yang biasa disingkat dengan SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme).

Mewaspadai dan upaya membentengi diri dan umat dari virus SEPILIS ini menjadi sesuatu yang berat dikarenakan yang dihadapi kaum sumbu pendek yang mempunyai pasukan Para Militer.

Mereka akan marah ketika nama tokoh mereka dihina. Mereka diam seribu bahasa ketika agama yang diinjak-injak. Mereka diam ketika hak Allah Subhanahu wa ta’ala dirampas bahkan disejajarkan dengan seekor sapi.

Semoga Alloh menyelamatkan kaum muslimin dari makar-makar setan. Setan dari kalangan jin dan manusia. (Abdullah)

Baca Juga

fatwa Kontroversial dan GP Anshor menjaga gereja dikecam

Inilah Fatwa Kontroversial Halaqah Bahtsul Masail Kiai Muda GP Ansor Pusat

Jendelainfo.com – Alhamdulillah, kita sebagai muslimin sudah tidak dibebani oleh syariat agama kita untuk memikirkan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *