Beranda / Internasional / Humanisme Kerajaan Saudi Arabia Terhadap Kaum Muslimin Suriah

Humanisme Kerajaan Saudi Arabia Terhadap Kaum Muslimin Suriah

Jendelainfo.com – Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Besar Saudi telah menyerukan untuk bersegera turut andil dan bersolidaritas dalam krisis kemanusiaan yang dialami rakyat Suriah. Sebagaimana perintah/instruksi Sang Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Sa’ud – semoga Allah menguatkannya – untuk melakukan pertolongan segera bagi saudara-saudara kita rakyat Suriah.

Mengingatkan terhadap berbagai ganjaran yang telah Allah siapkan bagi orang-orang yang berinfaq di jalan agama-Nya serta bersedekah untuk hamba-hamba Allah sekaligus memberikan jalan keluar (solusi) dari berbagai kesulitan saudara-saudara mereka.

Allah berfirman :

“Tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kalian perbuat untuk diri kalian niscaya kalian akan memperoleh (balasan)nya di sisi Allah, sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Muzzammil: 20)

{مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ} [البقرة : 245]

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki), dan hanya kepada-Nya-lah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ إلا مَلَكانِ يَنْزلاَنِ، فَيقُولُ أحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أعْطِ مُنْفقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أعْطِ مُمْسِكًا تلَفًا”

“Tidaklah satu hari pun, ketika para hamba berada di waktu pagi, kecuali dua malaikat selalu turun. Salah satunya mengatakan, “Ya Allah berikanlah pengganti kepada seorang yang berinfaq.” Satunya lagi mengatakan, “Ya Allah berikanlah kerusakan/kerugian kepada seorang yang tidak mau berinfaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Nabi juga Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang berada di bawah naungan shadaqahnya hingga selesainya perhitungan amal manusia.” (HR. Ahmad)

” أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً ، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا”

“Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah rasa gembira yang engkau masukkan dalam hati seorang muslim, atau engkau tolong dia dari kesusahannya, atau engkau hilangkan kelaparan darinya.”

Hendaknya kaum muslimin mengingat kondisi saudara mereka, orang-orang Suriah, yang telah diceraiberaikan oleh berbagai kepentingan politik yang penuh kezhaliman, dan diusir oleh berbagai kekuatan yang kejam. Kondisi mereka sekarang ada yang terusir, memohon perlindungan (suaka), atau masih terlantar di perjalanan, tercerai berai, terlunta-lunta tanpa tahu arah hendak kemana. Mereka adalah saudara-saudara kita, yang menjalani kehidupan pada hari-hari penuh kekerasan. Mereka merasakan berbagai kepahitan. Sampai-sampai mereka tidak mampu lagi untuk sampai pada makanannya dengan tangannya sendiri. Betapa banyak anak-anak menderita kelaparan, demikian juga para ayah dan ibu tak mampu lagi mengeluh.   Tinggallah permohonan dan harapan kepada Allah agar segera mendatangkan pertolongan dan menghilangkan penderitaan ini dari umat.

Termasuk ukhuwwah agama antara sesama kaum muslimin sekaligus sebagai bukti kebenaran ikatan tersebut adalah ketika seorang muslim merasa bahwa saudara-saudaranya senantiasa membantu dalam kondisi senang maupun susah. Maka seorang mukmin dengan mukmin lainnya itu laksana satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.

Kita memohon kepada Allah agar memberikan balasan kepada Sang Pelayanan Dua Tanah Suci yang mulia dengan sebaik-baik balasan. Beliau yang telah menyampaikan seruan lantang kepada rakyatnya dan kaum muslimin. Dengan izin Allah itu merupakan seruan yang akan menggerakan jiwa untuk berkorban di jalan Allah. Menyulut tekad agar mau berlomba di pasar yang barang dagangannya adalah kemulian di dunia dan kehormatan di akhirat. Sungguh Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat amal terbaik.

Sumber: www.spa.gov.sa


Demikianlah bentuk kepedulian dan sikap humanisme yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia terhadap kaum muslimin yang tertindas di Suriah. Kerajaan Saudi Arabia, yang syiar utamanya adalah penegakan Tauhid dan Sunnah, salama ini memang dikenal sangat peduli dan humanis kepada saudara-saudaranya kaum muslimin. Patut untuk kita berikan apresiasi dan dukungan sebesar-besarnya.

Tentunya, kita sebagai kaum muslimin Indonesia sangat pantas untuk berbuat hal yang sama. Hanya saja hendaknya melalui jalur resmi negara/Pemerintah Republik Indonesia, supaya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Perlu diwaspadai dan dipahami apabila hendak menggunakan jalur LSM/ormas (Organisasi Masyarakat)/Kelompok, karena tidak jarang jalur tersebut ternyata tidak dapat dipertanggungjawabkan. (Ahmad)

Baca Juga

penggerebekan teroris

Video: Detik-detik menegangkan, penggerebekan teroris ISIS penyerang Masjid Nabawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *