Beranda / Ilmu / Indahnya, Saling Memberi Dapat Menumbuhkan Rasa Cinta

Indahnya, Saling Memberi Dapat Menumbuhkan Rasa Cinta

menumbuhkan rasa cinta

Jendelainfo.com – Islam telah mengatur semuanya. Bahkan mengatur bagaimana menumbuhkan rasa cinta terhadap saudaranya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تَهَـادُوا تَحَابُّوا

“Saling memberi hadiahlah kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.” (Shahiih al-Jaami’)

Hadiah dapat menumbuhkan rasa cinta…

Hal ini berarti akan mengusir kebencian, permusuhan, dan kedengkian di dalam hati.

Sampai-sampai Rasulullah berpesan kepada Abu Dzar:

يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيْرَانَكَ

“Wahai Abu Dzar, bila engkau memasak makanan berkuah maka perbanyaklah air/kuahnya dan berikanlah kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)

Dan di antara bentuk pemberian terbaik seseorang kepada saudaranya adalah pemberian berupa nasihat.

Pembaca Jendelainfo.com, kami ingin memberi nasihat kepada semua pembaca khususnya kepada kami sendiri sebagai bentuk harapan sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta diantara kita. Marilah kita mencintai Allah dan Rasul-nya dengan mengikuti semua perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Agar kita kita mendapat kecintaan Allah ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman, Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Maknanya, “Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang, baik jin maupun manusia, ‘Jika kalian mencintai Allah dengan benar-benar, ikutilah aku maka Allah akan mencintai kalian’.

Dengan demikian, barangsiapa mencintai Allah, hendaknya dia mengikuti Muhammad ‘Alaihi ash-Shalatu wa al-Salam dengan menaati perintahnya dan menjauhi larangannya, yaitu dengan mengesakan Allah, ikhlas kepada-Nya, menunaikan hak-Nya, dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Di antaranya dengan selalu menunaikan salat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadan, menunaikan ibadah haji, berbakti kepada kedua orang tua, amar makruf nahi mungkar, meninggalkan semua kemaksiatan, tidak menyekutukan Allah yang merupakan dosa terbesar, dan meninggalkan semua kemaksiatan, seperti zina, mencuri, sodomi, riba, mengonsumsi benda-benda yang memabukkan, gibah, adu domba, dan memutus hubungan silaturahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *