Beranda / Ilmu / Ingin Amal Ibadah Anda Diterima? Lakukanlah 2 Hal Ini

Ingin Amal Ibadah Anda Diterima? Lakukanlah 2 Hal Ini

Jendelainfo.com – Setiap Hamba tentu mengingingkan ibadahnya diterima di sisi Allah ta’ala. Namun Apakah setiap ibadah yang kita lakukan sudah pasti diterima oleh Allah ta’ala? Tentu kita selalu berharap supaya semua ibadah kita dapat diterima. Dan karena kita tidak tahu akan hal itu, maka yang dapat kita lakukan adalah menempuh usaha dengan cara berusaha memenuhi syarat –syarat diterimanya sebuah ibadah di sisi Allah ta’ala.

Berikut dua syarat yang harus terpenuhi agar amalan diterima :

1. Ikhlas

Ikhlas adalah seorang hamba memaksudkan semua amalannya untuk mengharapkan Wajah Allah ta’ala dan negeri akhirat. Rasulullah adalah manusia paling ikhlas namun tetap diperintahkan untuk itu. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur’an :
قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkansupaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) Agama.” (QS. Az Zumar: 11)

Allah ta’ala juga telah memerintahkan seluruh umat untuk ikhlas di dalam seluruh amal perbuatannya.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

2. Benar

Benar artinya amal itu sesuai dengan yang telah dicontohkan oleh Nabi-Nya.

Sebagaimana Fudhail bin ‘Iyadh tatkala berkata mengenai firman Allah,

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2), beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan paling showab (sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

Al Fudhail bin ‘Iyadh lalu berkata,  “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.”

Demikianlah para ulama sepakat bahwa syarat amal yang akan diterima oleh Allah Subhanahu wa ta’ala adalah ikhlas dan sesuai dengan bimbingan Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam. Kalau salah satu dari kedua syarat tersebut tidak ada, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala. Dari sini sangat jelas kesalahan orang-orang yang mengatakan “Yang penting kan niatnya”. Tidak demikian, harus ada kecocokan amal itu dengan ajaran Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam.

Maka satu hal yang pasti, agar amal ibadah kita sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya inginkan adalah dengan menuntut ilmu, belajar bagaimana tata cara shalat yang benar, tata cara puasa yang sesuai dengan Rasulullah dan ibadah lainnya.

Baca Juga

Ibadah Kepada Patung

Bahaya Ibadah Kepada Patung dan Jenis Berhala Lainnya di Indonesia

Jendelainfo.com – Segala sesuatu selain Allah adalah makhluk. Menujukan ibadah kepada selain-Nya, berarti menujukan ibadah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *